fbpx
Kabar Daerah

Satpol PP Kota Semarang Jalankan Razia Kerumunan Massa: Jangan Kaget Ya Bund…

SEMARANG, energibangsa.id – Pada malam minggu tepatnya Sabtu (26/12/2020) di sejumlah lokasi pusat keramain Kota Semarang, sejumlah Satpol PP Kota Semarang tengah membubarkan kerumunan pengunjung serta PKL yang berjualan di area tersebut.

Tepatnya di sekitar kawasan Kota Lama, Jalan Pahlawan dan Jalan Imam Barjo (belakang patung Pangeran Diponegoro Pleburan) yang memang merupakan spot wisata malam terkenal di Kota Semarang untuk sekadar bersantai-santai dan menikmati pemandangan sambil berjalan kaki.

Pada kesempatan kali ini turut serta Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar menggunakan truk pengangkut dan toa pengeras menghimbau kepada para masyarakat untuk tidak berkerumun.  Sontak, sejumlah massa yang tengah berkerumun langsung tercerai berai.

“Jadi karena Kota Semarang sudah zona merah (Covid-19) ya, maka saya bubarkan kerumunan malam ini dengan kekuatan utuh. Ini kan demi warga Kota Semarang juga,” ungkap Fajar

Beliau menyayangkan mayoritas masyarakat belum menyadari situasi akan pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

Berdampak pada kredebilitas Satpol PP yang akan dinilai tidak tegas dalam menangani Covid-19 di Kota Semarang.

Pada operasi ini sekitar 10 pedagang kaki lima di Kota Lama dan 15 PKL di Jalan Imam Barjo yang turut ditertibkan.

Warga yang Kaget

Operasi ini rupanya direspon kgaet oleh warga yang berada di lokasi tersebut.

“Saya lagi jalan-jalan saja. Sudah pakai masker juga. Tadi memang ramai sekali situasi di Kota Lama, padat sekali terutama di sekitar Gereja Blenduk, lalu pada bubar semua,” kata Ravi Candera, seorang warga.

Beberapa properti dari PKL yang ditertibkan diangkut dan dibawa ke Kantor Satpol PP Kota Semarang. Untuk kawasan di Jalan Imam Barjo sendiri, kata Fajar, sudah harus steril dan bebas dari PKL karena memang ada larangan berjualan.

“Jalan Imam Barjo ini sudah dilarang jualan dari dulu, kami malu kalau tidak bisa menertibkan.
Saya sudah imbau jangan jualan di sini, makanya saya ambil jadi jangan coba-coba jualan di sini lagi. Boleh berjualan di tempat lain. Kalau di sini tidak boleh, bahkan pihak Bank Indonesia juga sudah menyurati kami,” imbuh Fajar. (Ozan/EB)

Related Articles

Back to top button