Kabar IndonesiaNasional

Sandi: Teacherpreneurship, Kunci Generasi Emas

ENERGIBANGSA.ID – Sandiaga Salahudin Uno mendorong agar pelajaran kewirusahaan diajarkan sejak usia dini. Hal ini demi mewujudkan generasi emas yang mandiri dan berjiwa sosial serta solutif.

Untuk mewujudkan hal itu, Kata Sandi, dibutuhkan guru atau pendidik yang juga berjiwa entrepreneur atau istilahnya teacherpreneurships.

“Untuk melahirkan seorang entrepreneur diperlukan juga sosok pendidik yang berjiwa entrepreneur, yaitu para guru, para pendidik yang memastikan proses belajar-mengajar di anak-anak usia dini itu sudah memasukan konsep teacherpreneurship,” kata Sandi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (24/6) kemarin.

Pengagas Rumah Siap Kerja ini pun memaparkan, konsep teacherpreneurships ini adalah konsep di mana para guru mampu memberikan materi-materi terbaik dan berkualitas. Namun, juga memiliki waktu luang untuk bisa menginkubasi ide dari anak-anak didik.

“Kita harus mendorong jiwa kepemimpinan dalam setiap materi yang diberikan bahwa anak-anak kita ini akan menjadi generasi yang membawa Indonesia ke arah lebih baik lagi,” papar mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini.

Sandi yang merupakan mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) juga ingin memastikan lapangan kerja yang berkualitas diisi oleh putra dan putri bangsa, bukan untuk tenaga kerja asing.

“Sebenarnya para guru sudah menjadi techerpreneurs dengan mengubah mindset peserta didik agar mereka memiliki jiwa kepemimpinan, kreativitas, dan wirausaha. Mereka harus menjadi bagian daripada masa depan kita ini,” ujarnya.

Meski mendorong guru menjadi Teacherpreneurships, namun Sandi mengingatkan agar para guru dalam mengajar peserta didik memasukan nilai-nilai kearifan lokal atau adat budaya milik bangsa.

“Sudah saatnya para guru harus menulis kurikulum berdasarkan cultural agility atau kearifan lokal, meneliti filosofi pendidikan bangsa kita gotong royong, saling peduli,” katanya.

Dia mencontohkan, saat ini Indonesia tengah menghadapi pandemi Covid-19 ini, peserta didik harus diajarkan berempati kepada sesama. Jangan sampai ada tetatanga yang tidak tersentuh bantuan.

“Nah, ini mendidik anak-anak kita dan mendidik guru guru lain juga sebagai techerpreneurs dan ini adalah acara kita untuk mereformasi kebijakan pendidikan yang formal,” tukasnya.

*dikutip dari Jawapos.com, (26/6)

Related Articles

Back to top button