fbpx
Essai

Sampai Kapanpun, Sejarah Demokrat Tak Bisa Lepas dari Sosok SBY

Upaya memisahkan SBY dan Demokrat  adalah skenario sistematis  agar lebih mudah melemahkan dan memecah belah partai

Oleh: Kholik Idris, SE, SH, MSi, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Provinsi Jawa Tengah

ENERGIBANGSA.ID—Adanya tudingan segelintir orang bahwa pendiri Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadikan partai politik ini sebagai partai keluarga, menjadi isu  usang yang berulang-ulang dimunculkan demi merusak citranya dimata publik.

Tuduhan itu kini kembali dimunculkan oleh orang-orang yang terdeteksi berusaha mendongkel  Kepemimpinan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan cara-cara inkonstitusional.

Upaya demikian hanya menjadi dalih yang ‘menyesatkan’. Karena berdasarkan fakta sejarah yang tidak bisa dipungkiri  siapapun, bahwa  sampai kapanpun Partai Demokrat tidak bisa dipisahkan dengan sosok SBY.

Peran besar bagi parpol

SBY adalah sosok pendiri, pembina dan ikon (tokoh) paling sentral  yang secara langsung memiliki peran terbesar dalam membesarkan Partai Demokrat. Sehingga tetap bisa eksis sampai sekarang.

Adanya ketokohan SBY, Partai Demokrat masih tetap kuat, eksis dan diperhitungkan dalam kancah perpolitikan nasional hingga saat ini.

Dalam konteks inilah, saya dan seluruh kader Partai Demokrat mulai dari pusat hingga daerah merasa sangat menghargai SBY.

Serta, berhutang budi atas jasa besar yang telah ditanamkan SBY untuk mendirikan dan membesarkan partai Politik Demokrat.

Tanpa peran SBY, Partai Demokrat diprediksi sangat sulit bisa eksis dan bertahan hingga sekarang.

Demokrat = SBY

Karena  itu, biarlah Partai Demokrat tetap identik dengan SBY. Sehingga tidak bisa dipisahkan sampai kapapun juga.

Di samping sebagai tokoh sentral Demokrat, SBY juga bisa dibilang sosok negarawan sekaligus tokoh bangsa yang terpilih pertama kali dalam Pilpres yang digelar secara langsung.

Ia bahkan menjabat sebagai Presiden RI selama dua periode. Hal ini membuktikan bahwa SBY sangat dicintai oleh mayoritas rakyat Indonesia.

Posisi SBY itulah yang membuat Partai Demokrat  menjadi sangat diuntungkan. Sehingga pernah tampil menjadi pemenang Pemilu pada tahun 2009.

Inilah istimewanya SBY, terutama dihadapan seluruh kader Partai Demokrat.

Upaya memisahkan SBY dengan Partai Demokrat  patut dicurigai dan diwaspadai serta sekaligus ditolak bersama  karena dapat berimplikasi bagi melemahnya kekuatan politik di masa depan.

Tanpa  SBY, maka Partai Demokrat menjadi sangat mudah dilemahkan dan dipecah belah oleh kekuatan eksternal.

SBY adalah bapak, sesepuh, pengayom, perekat dan pemersatu seluruh Kader Partai Demokrat.

Skenario sistematis

Jika SBY bisa dipisahkan dengan Partai Demokrat, maka  kekuatan politik ini akan sangat mudah dipecahbelah, dikerdilkan dan dihancurkan.

Sehingga tidak akan memiliki pengaruh dan kekuatan signifikan dalam konteks perpolitikan nasional di masa depan.

Upaya memisahkan SBY dan Demokrat  adalah skenario  sistematis  agar lebih mudah melemahkan dan memecah belah partai.

Maka, bersatunya SBY dan Demokrat harus terus dijaga dan dipertahankan bersama.

Kondisi inilah yang membuat kekuatan politik menjadi terus solid, disegani, dan kuat.

Partai Demokrat juga akan terus diperhitungkan dalam konteks perpolitikan nasional, baik saat ini maupun dimasa depan.(*)

Related Articles

Back to top button