Kabar IndonesiaNasional

Salip Sidoarjo dan Surabaya, PLTSa Bekasi Akan Segera Beroperasi

ENERGIBANGSA.ID — Setelah Pemprov Jakarta, dan Pemkot Surabaya yang telah membangun pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa), kini giliran Pemkot Bekasi yang berjanji segera mengoperasikan PLTSa tahun ini sesuai keinginan Presiden Joko Widodo. 

Untuk memenuhi janji tersebut, mereka akan melakukan uji coba PLTSa yang berlokasi di Sumur Batu satu kali lagi sebelum benar-benar beroperasi.

Sebelumnya uji coba terhadap mesin pembangkit sudah dilakukan beberapa waktu yang lalu.

Hanya saja, uji coba kala itu masih belum sempurna lantaran mesin selalu mengeluarkan asap berukuran besar dengan warna pekat.

[ Baca juga : Sidoarjo Akan Dijadikan PLTSa Pemprov Jatim ]

“Tentu hal tersebut bisa mengganggu kesehatan dan mengganggu lingkungan. Makanya akan kami uji coba lagi, dan yang belum optimal akan terus kami optimalkan,”ujar Wakil Walikota Bekasi Tri Adhianto di Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman, Kamis (18/7).

Tri mengatakan uji coba ini akan dimulai lagi pada 3 Agustus 2019 mendatang.

Tapi, ia tak menyebut, kapan sedianya uji coba tahap kedua ini akan berakhir.

Proses peralihan sampah yang akan dijadikan listrik. (dok Jendela Nasional )

Jika memang uji coba telah berakhir, maka pembangkit sampah bekasi bisa segara beroperasi.

Tri menerangkan sebelum operasi dimulai dan sembari mengujicobakannya, PLTSa bekasi tinggal tinggal melengkapi beberapa proses administrasi.

Proses administrasi ini, tutur Tri, tidak termasuk dengan harga beli listrik yang seharusnya dibayar PT PLN (Persero).

Sebab menurutnya, pengembang listrik swasta PT Nusa Wijaya Abadi dan PLN telah menyepakati harga listrik US$0,13 per Kilowatt-hour (KWh).

Kesepakatan antara PT. Nusa Wijaya Abadi dan PLN akan dituangkan di dalam Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL).

“Detailnya, nanti dari pembakaran sampah akan disambungkan ke sistem PLN dan nanti setelah itu dihitung berapa kapasitas yang bisa dihasilkan untuk kemudian dibayar oleh PLN,” jelas dia, yang dikutip energibangsa.id dari cnnindonesia.com.

Kendati begitu PLTSa Bekasi sempat diminta untuk mengubah kapasitasnya oleh Pemerintah pusat,

Sesuai kajian awal, kapasitas PLTSa ditetapkan 19 Megawatt (MW). Namun kemudian, kapasitas diturunkan menjadi 9 MW karena jarak penyambungan dengan sistem PLN cukup jauh.

Sesuai rapat di tingkat Kementerian Koordinator Kemaritiman, kapasitas PLTSa ini dikembalikan menjadi 19 MW.

Dengan kapasitas tersebut, jumlah sampah yang bisa diolah mencapai 1.500 ton dan bisa memberikan listrik untuk hampir sebagian besar rumah tangga Bekasi.

ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). (dok bekasicityzen.com)

Bekasi menjadi satu dari 12 kota di Indonesia yang diperintahkan untuk mengembangkan PLTSa.

Amanat tertuang di dalam Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instansi Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.

Di dalam aturan tersebut, pemda bisa menugaskan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), BUMN, atau swasta untuk membangun PLTSA dan nanti akan mendapatkan bantuan Biaya Layanan Pengolahan Sampah (BLPS) kepada pemda maksimal Rp500 ribu per ton sampah.

Dengan bertambahnya bekasi yang telah bersiap mengoperasikan PLTSa, maka indonesia telah memiliki empat daerah yang akan mengoperasikan PLTSa tahun ini.

Adapun empat daerah itu antara lain, Surabaya, Bekasi, Solo, dan DKI Jakarta.

selain itu, hingga 2022 mendatang, merujuk informasi yang didapat tim energibangsa.id, Kementerian ESDM menaksir pembangunan PLTSa di 12 kota akan menghasilkan daya listrik yang sebesar 234 Megawatt (MW). 

Presiden Jokowi pun meminta dan berharap agar pemerintah dan pemda/ pemkot benar-benar serius merealisasikan hal tersebut karena ia merasa pembangunan PLTSa berjalan lamban.

Dengan proyek PLTSa sendiri harapannya, dapat membantu PLN dalam menghasilkan dan mendistribusikan listrik yang cukup besar kepada masyarakat.

Sesuai dengan visi kedepan Indonesia sebagaimana yang tulis Pemerintahan Jokowi.

Bahkan PLTSa akan membantu setiap daerah yang memiliki masalah timbulan sampah yang besar dengan mengubah sampah menjadi listrik.

Related Articles

Back to top button