fbpx
Daerah

Salah Data Corona, Walikota Tegaskan Semarang Masih Terkendali!

ENERGIBANGSA.ID (Semarang)— Melalui akun Youtube BNPB, pada hari Senin (31/8) lalu, Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, menyebut Ibu Kota Jawa Tengah, Semarang sebagai daerah dengan kasus positif tertinggi di Indonesia.

Lantas hal ini mendapat perhatian langsung dari Walikota Semarang, Hendrar Prihadi.

Menanggapi pernyataan tersebut, Hendi, sapaan akrab Walikota semarang, mengatakan mengumumkan jumlah kasus COVID-19 di suatu daerah tanpa melakukan konfirmasi kepada pemangku kepentingan wilayah yang dimaksud dapat menimbulkan keresahan di masyarakat.

Menurutnya, ada perbedaan yang begitu mencolok, antara yang disampaikan Satgas COVID-19 dengan Pemerintah Kota Semarang.

Walikota Semarang
Walikota Semarang Hendrar Prihadi meninjau kondisi rumah sakit untuk pasien corona. (sumber: beritasatu.com)

Berdasarkan data yang disebutkan Satgas COVID-19 jumlah kasus aktif di Semarang mencapai 2.317 kasus.

Sementara data yang dimiliki Dinas Kesehatan Kota Semarang hanya mencatatkan sekitar 470 kasus pasien positif yang masih ditangani.

“Data kasus harus disinkronkan. Kalau ada yang belum terdata harus segera dikonfirmasikan agar pasien bisa segera ditangani,” kata Hendi, Hari ini, Rabu (3/9).

Menurutnyan Penanganan COVID-19 di kota semarang masih bisa dikendalikan.

“Ketidakselarasan data ini jangan sampai menimbulkan persepsi Pemkot Kota Semarang tidak melakukan apa-apa,” tegas Hendi dilansir dari antaranews.com

Saat ini tes COVID-19 yang sudah dilakukan Pemkot Semarang sendiri berdasarkan data yang diperoleh tim energibangsa.id sudah mencapai 48 ribu orang per 1 juta penduduk.

Jika mengacu dari anjuran pemerintah jumlah tersebut terbilang cukup tinggi dari yang dianjurkan.

Hendi menyebutkan bahwa semakin cepat mengetahui seseorang positif COVID-19, maka bisa semakin cepat untuk disembuhkan serta mencegah penularan ke orang lain. (Gilban/EB)

Related Articles

Back to top button