fbpx
InternasionalKabar IndonesiaNasional

Sah! November mendatang, Vaksin Asal China Disediakan Untuk Indonesia

Energibangsa.id(SEMARANG) – Kamis (20/08) bertempatan di Kota Sanya, China, Perusahaan pelat merah, PT Bio Farma (Persero) menyepakati nota kesepahaman (MoU). Penyediaan Vaksin Coronavirus Disease 19 (COVID-19) dengan perusahaan asal negeri bambu, Sinovac Biotech Ltd.

Penandatanganan kerjasama ini disaksikan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia, Retno Marsudi dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia Erick Thohir sebagai utusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam menindaklanjuti beberapa kerjasama bilateral antara Indonesia dengan China.

“Kami menyaksikan penandatangan perjanjian antara Bio Farma dan Sinovac. Untuk kerjasama vaksin.” kata Retno saat jumpa pers virtual dari Kota Sanya. Usai menghadiri pertemuan bilateral antara pemerintah Indonesia dengan China.

Kerjasama diantara keduanya menyepakati dua hal. Dalam lembar kerja sama yang pertama tertera bahwa kedua perusahaan menyepakati komitmen ketersediaan vaksin COVID-19 hingga 40 juta dosis. Vaksin ini mulai disediakan pada bulan November 2020 mendatang hingga Maret 2021.

Kemudian di lembar dokumen kedua menyebutkan perusahaan asal China tersebut akan memberikan prioritas penyediaan vaksin. Kepada Bio Farma setelah melewati bulan Maret 2021 hingga sampai akhir 2021.

“Yang ditandatangani oleh Sinovac dan Bio Farma adalah MoU untuk komitmen kapasitas Bulk Vaccine 2021. Dimana Sinovac akan memberikan prioritas kepada Bio Farma untuk supply bulk vaccine.Setelah Maret 2021 hingga akhir tahun 2021,” terang perempuan asal semarang ini.

Ia mengimbuhkan bahwa kerjasama kedua belah pihak merupakan kerjasama yang cukup panjang antara Bio Farma dan Sinovac.

Sementara itu Erick Thohir yang ikut mendampingi Retno dalam pendatanganan nota kesapahaman tersebut menyatakan tegas bahwa kerjasama ini tidak berarti Bio Farma sekedar membeli vaksi, tetapi juga melakukan transfer teknologi dengan Sinovac.

“Ini kerjasama yang bersifat win-win. Bahwa Bio Farma bukan tukang jahit, tetapi kesepakatan Bio Farma dan Sinovac ada yang namanya transfer knowledge and technology.” Tutur Erick.

Meski begitu, Retno masih belum bisa menjelaskan lebih lanjut terkait harga penjualan vaksin yang telah disepakati antara Sinovac dengan Bio Farma.

Walaupun demikian, selepas menghadiri pertemuan bilateral diantara kedua negara ini. Perempuan berusia 57 tahun tersebut menekankan bahwa dua negara komitmen meningkatkan kerjasama di bidang vaksin, yang salah satu prinsipnya memastikan harga vaksin terjangkau untuk masyarakat Indonesia.

“Dalam pertemuan tadi, Indonesia menyampaikan mengenai pentingnya jumlah vaksin yang memadai, tepat waktu, aman dan dengan harga yang terjangkau,” ucap Retno.

Dirinya juga menambahkan bahwa industri farmasi dan pemerintahan China menunjukkan sebuah komitmen yang kuat untuk bekerjasama dengan Indonesia . Khususon terkait pengadaan dan distribusi vaksin COVID-19.

Retno juga mengungkapkan bahwa secara simultan pengembangan vaksin mandiri yang dibuat oleh Indonesia yaitu vaksin merah putih. Juga tengah terus dikembangkan untuk tujuan jangka panjang kemandirian vaksin nasional.

Selain menyaksikan penandatangan perjanjian antara Bio Farma dan Sinovac. Retno dan Erick juga menemui perwakilan dari Grup Farmasi Nasional China (Sinopharm) dan perusahaan vaksin CanSino Biologics (CanSino Bio)

Setelah kunjungan ke China, keduanya dijadwalkan akan melanjutkan kunjungan ke Uni Emirat Arab. Untuk kembali membahas lebih lanjut terkait kerjasama bilateral antara keduanya, pada bidang vaksi dan ekonomi.

Related Articles

Back to top button