fbpx
Ekonomi & Bisnis

Rupiah Digital akan Adopsi Sistem Blockchain

ENERGIBANGSA.ID – Rencana Bank Indonesia (BI) membuat rupiah digital atau Central Bank Digital Currency (CBDC) ini bertujuan untuk membesarkan ekosistem digitalisasi di Indonesia.

CEO Indodax Oscar Darmawan berpendapat, pemerintah mengembangkan sistem keuangan digital yang dapat dijangkau dengan mudah dan oleh siapa saja.

Itu merupakan langkah yang baik. Dan tentu sejalan prinsip efisiensi, transparan, dan keamanan transaksi.

Sistem blockchain sebagai solusi

Dalam penerapannya, pemerintah Indonesia juga bisa mempertimbangkan mengadopsi sistem blockchain.

Baginya, sistem blockchain diyakini dapat menjadi solusi yang lebih efisien, transparan dan lebih aman.

Sebelumnya, Bank Indonesia menyatakan bitcoin dan kripto bukan sebagai alat pembayaran di Indonesia. Bank Indonesia hanya menggunakan rupiah sebagai alat pembayaran.

Menanggapi hal ini, Oscar turut menyetujui hal tersebut. Dia menjelaskan bitcoin dan kripto lain sebagai komoditas bagi masyarakat  Indonesia.

Artinya bitcoin dan aset kripto bisa dimiliki, disimpan kemudian dijual saat harga sudah tinggi, atau layaknya sebuah aset investasi.

Menurutnya bitcoin dan aset kripto serta pengembangnya sudah mendapatkan legalitas dari pemerintah Indonesia.

Hal itu diatur oleh Kementerian Perdagangan beserta BAPPEBTI, sehingga memiliki Bitcoin dan kripto bukanlah hal yang melanggar hukum.

Dia menyebut, bitcoin dan aset kripto tentu berbeda dengan fungsi mata uang digital yang akan dikeluarkan oleh Bank Indonesia.

Adapun secara fundamental dan utilitas atau kegunaan, digital currency yang akan dikeluarkan juga berbeda dengan kripto. 

 (Ara/ EB)

Related Articles

Back to top button