fbpx
Wisata & Kuliner

Ini Sejarah “Ganjel Rel”, Roti Khas Semarang yang Melegenda

ENERGIBANGSA.ID (Semarang) — Roti Ganjel Rel atau Roti Gambang merupakan salah satu makanan khas Indonesia berjenis roti. Memiliki bentuk kotak dan berwarna coklat yang diatasnya ditaburi biji wijen yang melimpah, dengan rasa gula aren yang mendominasi, roti ini menjadi salah satu roti jadul yang wajib untuk dicoba.

Di Jakarta, roti ini lebih dikenal dengan sebutan Roti Gambang Betawi, sedangkan di Semarang disebut dengan Roti Ganjel Rel. Makanan ini diprediksi berasal dari Jakarta dan Semarang. Roti ini ternyata sudah ada sejak masa kolonial Belanda.

Sebutan roti gambang muncul karena bentuk rotinya yang dianggap Belanda mirip dengan gambang, yakni alat musik tradisional di Jakarta dengan nama Gambang Kromong.

Di Semarang

Sementara itu, di Semarang juga terdapat kesenian yang disebut dengan Gambang Semarang.

Yahya Adi Saputra, seorang Budayawan Betawi menuturkan, pada zaman kolonial, orang Belanda terinspirasi dalam pembuatan roti di Batavia karena kerap melihat bentuk alat musik gambang yang unik, ya, dari bentuk Gambang Kromong.

“Jadi dulu itu perusahaan roti Belanda di Batavia, mereka memilih bentuk roti yang seperti bilah-bilah pada gambang kromong,” ujar Yahya pada Kompas.com.

Yahya mengatakan, jika dilihat, bilah-bilah gambang itu mirip dengan gambang kromong, sehingga dikaitkanlah kemiripan antara roti gambang dan alat musik gambang kromong. Karena roti gambang terinspirasi dari alat musik itu, maka penamaannya pun sama, begitulah asal mulanya.

Menurut Yahya, beberapa sumber sejarah menyebutkan gambang kromong telah dikenal sejak abad 18 dan 19. Sehingga roti gambang terinspirasi dari kepopuleran alat musik itu.

Pada masa kolonial, roti gambang merupakan makanan yang dikonsumsi orang Belanda-Indonesia. Roti ini juga dulunya dikenal sebagai rotinya orang-orang Eropa di Batavia.

“Pembuatan roti ini juga akhirnya dimiliki oleh orang-orang Eropa di Batavia,” tutur Yahya.

Lambat laun, sebutan ganjel rel juga muncul di masyarakat khususnya Semarang. Sebutan ini muncul karena roti ini lebih mirip ganjalan rel atau tumpuan rel kereta api.

Menurut pemilik Toko Oen Semarang Jenny Megaradjasa, roti gambang yang dikenal dengan roti ganjel rel di Semarang berasal dari roti Belanda yang dinamakan ontbijtkoek.

Orang Belanda lebih menyebutnya dengan roti sarapan pagi karena biasanya disantap sebagai menu sarapan. Selain itu, roti ini juga sering disebut dengan roti rempah Belanda.

“Kemungkinan besar resep ontbijtkoek ini merupakan akulturasi Indonesia ke Belanda,” ujar Jenny.

Jenny menuturkan, ganjel rel dimodifikasi sedemikian rupa untuk menekan biaya pembuatan ontbijtkoek yang terlalu mahal.

Maka dari itu, bahan tepung terigu diganti dengan tepung gaplek (singkong) dan gula pasir diganti dengan gula jawa.

“Roti ini dibuat dengan rempah-rempah dari Indonesia, seperti kapulaga, manis jangan, dan macam-macam rempah Indonesia, dicampur dengan tepung terigu, gula, dan telur,” jelasnya. (Annisaa/EB).

Related Articles

Back to top button