Kabar IndonesiaNasional

Ricuh Mahasiswa Papua di Manokwari, Fadli Zon: Indonesia Negara Toleran!

ENERGIBANGSA.ID – Pasca terjadi kerusuhan antara mahasiswa asal Papua dengan aparat, kini situasi di Kota Surabaya telah kembali kondusif.

Sejumlah mahasiswa yang sempat diamankan oleh pihak kepolisian, sejak Sabtu (17/8/2019) lalu telah dikembalikan ke asrama pada pukul 23.30 WIB. Sehingga keadaan di Surabaya khususnya di asrama mahasiswa Papua telah kembali kondusif.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Sahura, Pengacara Publik Lembaga Bantuan Hukum (LBH) di Surabaya. Menurutnya, mahasiswa telah kembali menempati asrama yang berlokasi di Jalan Kalasan Nomor 10, Surabaya.

“Mahasiswa sudah dikembalikan ke asrama kemarin pukul 23.30 WIB tanggal 17 Agustus. Untuk sekarang keadaan kondusif,” kata Sahura, selaku pendamping bidang hukum mahasiswa asal Papua, saat dihubungi, Senin (19/8/2019).

Sebelumnya, kerusuhan ini bermula ketika asrama mahasiswa Papua di Surabaya mendapat “serangan” dari anggota TNI, Satpol PP, Polisi, dan sejumlah anggota ormas. Kejadian itu berlangsung pada Jumat (16/8/2019) sekitar pukul 16.00 WIB.

Diduga, aparat dan anggota ormas melakukan pengepungan lantaran adanya perusakan bendera pusaka yang terdapat di depan asrama. Lebih lanjut, pihak aparat menduga perusakan itu dilakukan oleh oknum mahasiswa yang menempati asrama.

Hal ini mengakibatkan sedikitnya 43 mahasiswa Papua terjebak di dalam asrama dan beberapa diantaranya mengalami luka memar. Peristiwa ini kemudian berbuntut dengan tindakan unjuk rasa warga Manokwari di depan gedung DPRD Papua Barat, pemblokadean jalan, dan perusakan sekolah yang mengakibatkan lumpuhnya aktivitas ekonomi dan sosial.

Menanggapi aksi rasisme yang terjadi, Wakil Ketua DPR Fadli zon meminta semua tokoh masyarakat dapat duduk bersama menyelesaikan perkara ini. Menurutnya, kerusuhan harus dapat segera diselesaikan dan jangan biarkan berlarut-larut.

“Tentunya memang para tokoh dan pemimpin bisa mendudukan ini bersama dan jangan membiarkan berlarut-larut. Terutama mereka yang menjadi influencer atau tokoh berpengaruh harus duduk bersama dan menenangkan, supaya ini enggak merembet dan menjadi bola salju,” kata Fadli dikutip Energi Bangsa dari Tribun.

Menurut Fadli, Indonesia adalah negara yang toleran karena di dalamnya terdapat beragam suku, agama, ras, dan agama yang hidup berdampingan dengan damai.

Sobat Energi, kita doakan semoga polemik dan kerusuhan yang terjadi di Manokwari dapat segera diselesaikan sehingga kehidupan guyub rukun dan damai sejahtera di Indonesia dapat kembali tercipta, ya.

Stay safe, saudara-saudari di Manokwari! Kita semua sama! Kita semua bersaudara! Kita Indonesia!

Related Articles

Back to top button