fbpx
Nasional

Ribut-ribut Partai Demokrat Vs PDIP, Ada Apa to Sebenarnya?

SEMARANG, energibangsa.id—Tak sekali dua kali, uring-uringan politik Partai Demokrat (PD) dengan PDI Perjuangan (PDIP) kembali terjadi.

Percekcokan Partai Demokrat (PD) dengan PDI Perjuangan (PDIP) memanas, terutama munculnya cerita dari Marzuki Alie. Rivalitas kedua partai politik (parpol) ini dinilai tak kunjung tuntas.

Melansir detikcom, Jumat (19/2/2021), Direktur Eksekutif Parameter Politik Adi Prayitno menilai ada cerita yang tak tuntas antara PD dan PDIP.

Adi juga menyebut ada ‘kisa lama’ antara Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Megawati Soekarnoputri yang belum usai. Terlebih, isu yang diributkan dua kubu belakangan ini dinilai tak jelas.

“Pertama, ini wujud rivalitas yang tak kunjung usai. Macam ‘musuh bebuyutan politik’ yang selalu menghadap-hadapkan PDIP dengan Demokrat dan Megawati versus SBY”, kata Adi, Kamis (18/2/2021), seperti dikutip energibangsa.

“Ada cerita yang tak tuntas di antara keduanya. Apalagi yang diributkan belakangan ini tak jelas isunya apa,” lanjutnya.

Cerita Marzuki pun tak jelas?

Menurut Adi, cerita Marzuki Alie soal Megawati kecolongan dua kali pada 2004. Serta kaitannya dengan SBY pencitraan dinilai tak jelas.

“Pernyataan Marzuki Alie soal Megawato kecolongan dua kali’ tak jelas maksudnya apa. Ceritanya tak detail. Tiba-tiba dikaitkan dengan SBY yang suka pencitraan dengan politik playing victim,” ujarnya.

Konflik Partai Demokrat ini, kata Adi, dinilai bentuk counter attack karena kerap mengkritik pemerintah. Di satu sisi, Marzuki Alie terkesan memunculkan cerita SBY dengan Megawati.

“Kedua, ini serangan balik ke Demokrat yang aktif mengkritik pemerintah, terutama isu kudeta Demokrat yang mencoba ‘menyeret’ Istana dalam pusaran konflik internal partai Mercy”, ucap Adi.

“Apalagi Marzuki Alie terkesan tiba-tiba bikin testimoni soal pengakuan eksklusif SBY ke dirinya tentang kecolongan Megawati,” tandasnya.

Tanggapan Hasto versus Andi Arief

Menanggapi perseteruan itu, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memberikan pernyataan dengan menggunakan semboyan Sanskerta ‘Satyameva Jayate’.

Maknanya, “Hanya kebenaran yang berjaya”. Hasto menyinggung langkah SBY pada 2004 yang disebutnya bertindak seakan-akan dizalimi.

Sementara Ketua Bapilu Partai Demokrat Andi Arief menyebut pernyataan Marzuki Alie soal SBY bilang Megawati kecolongan ialah ‘pernyataan hantu’.

Andi menegaskan, ‘Hantu’ dalam hal ini ‘mengarang bebas’. Ia juga meminta Hasto tak mengadu SBY dengan Megawati.

Andie juga berharap tidak ada bully terhadap sosok yang pernah menjabat presiden.

So, ini yang benar yang mana nich? Siapa pemicu utamanya dan bagaimana kronologinya? (*)

Related Articles

Back to top button