Unesco
Peninggalan Tambang Batubara Ombilin di Sawahlunto, Sumatera Barat menjadi situs Warisan Budaya Dunia. (dok. travel kompas)
BudayaNationWorld

Resmi, Peninggalan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto Jadi Warisan Budaya Dunia

0

ENERGIBANGSA.ID – Organisasi Pendidikan, Ilmu pengetahuan,dan Kebudayaan (UNESCO) yang termasuk dalam naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengabulkan permintaan Indonesia dan menetapkan Peninggalan Tambang Batubara Ombilin di Sawahlunto, Sumatera barat sebagai warisan budaya dunia.

Penetapan ini dilakukan UNESCO melalui sidang umum ke-43 Komite Warisan Dunia UNESCO PBB di Pusat Kongres Baku, Azerbaijan, Jumat (5/7) siang waktu setempat.

Dalam situs resminya, menurut UNESCO, Kota Sawahlunto, Sumetera Barat, merupakan salah satu kota tambang batu bara tertua di Kawasan Asia Tenggara yang dibangun oleh pemerintah kolonial Hindia-Belanda sejak akhir abad ke 19.

Dengan penetapan tersebut, praktis  peninggalan kota lama tambang batubara, Sawahlunto menjadi warisan budaya dunia ke- 5 Indonesia yang telah diakui dunia.

Dari data yang dimiliki tim energibangsa.id, sebelumnya sudah ada Kawasan Percandian Borobudur (1991), Candi Prambanan (1991), Situs Manusia Purba Sangiran di Sragen dan Karanganyar (1996), serta Sistem Pemerataan Pembagian Air Subak untuk Pertanian di Bali (2012).

“Kita bangga warisan budaya kita ditetapkan sebagai warisan dunia. Ini berarti tugas kita untuk pelestarian warisan budaya semakin dituntut,” ujar Hilmar Farid, Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Indonesia.

Ia menambahkan hal ini menjadi tantangan kita semua untuk menunjukkan kepada dunia tentang upaya Indonesia memajukan Kebudayaan.

Perjalanan Peninggalan Tambang Batubara Ombilin, Sawahlunto, Sumatera Barat untuk menjadi warisan budaya dunia tidaklah mudah. Peninggalan tersebut harus melalui tahapan panjang sebelum menyandang status tersebut.

Pengusulannya diawali terlebih dulu melalui tahapan prakarsa, kemudian tentative list (daftar sementara), nominasi, evaluasi baru diakhiri dengan penetapan.

Salah satu patung atau monumen di peninggalan tambang batubara Ombilin, Sawahlunto, Sumatera Barat. (dok. tribun medan)

Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Kementerian Pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud) Nadjamuddin Ramly menjelaskan pengajuan tambang zaman kolonial Belanda tersebut sebagai warisan dunia terjadi pada tahun 2015.

Saat itu, Kota Sawahlunto sudah masuk dalam daftar sementara warisan dunia kategori budaya. Proses pengumpulan data, penyusunan dokumen pendukung, hingga diskusi panjang dengan para ahli dan akademisi dari dalam dan luar negeri intensif dilakukan.

Hilmar mengungkapkan, pengusulan untuk kategori tersebut diperlukan penelitian yang sangat mendalam sehingga bukan menjadi perkara yang mudah.

“Yaitu melalui pendekatan multi disiplin ilmu seperti Arkeologi, Antropologi, Arsitektur landskap, Geografi, Ilmu lingkungan dan beberapa ilmu terkait lainnya,” tambahnya dilansir dari bbc.com.

Hingga pada akhirnya, muncul usulan untuk memperluas tema dan perluasan wilayah nominasi. Akibatnya beberapa kota dan kabupaten di Sumatera Barat ikut masuk dalam penilaian.

Beberapa kota/ kabupaten tersebut adalah Kota Padang, Kota Padang Panjang, Kabupaten Solok, dan Kabupaten Padang Pariaman.

Semua kota tersebut kemudian masuk dalam satu wilayah nominasi yaitu “Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto”.

“Kemudian baru pada tahun 2018, tema Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto secara syarat administrasi baru dinyatakan lengkap dan diterima pihak ICOMOS, UNESCO,” terang Darmawati, Kepala Sub Bagian Kerja Sama dan Kehumasan Dirjan Kebudayaan Kemendikbud.

Terdapat dua kriteria utama yang menjadi dasar pertimbangan situs peninggalan tersebut lolos penjuarian.

Pertama, adanya pertukaran penting dalam nilai-nilai kemanusian sepanjang masa atau dalam lingkup Kawasan budaya, perkembangan arsitektur dan teknologi, seni monumental, perencanaan kota, dan desain lanskap.

Kedua, tentang contoh luar biasa dari tipe bangunan, karya arsitektur, dan kombiniasi teknologi atau lanskap yang menggambarkan tahapan penting dalam sejarah manusia.

Banyak pihak pun lantas menyambut gembira hasil penetapan peninggalan tambang batu bara Ombilin di Sawahlunto sebagai salah satu dari warisan budaya dunia oleh UNESCO.

Dengan demikian tugas pelestarian menjadi tanggung jawab dari seluruh masyarakat Indonesia. Bila diketahui terjadi masalah terhadap warisan tersebut, maka secara otomatis perhatian dunia langsung tertuju ke Indonesia.

Selain itu, Indonesia juga harus melapor kepada UNESCO tentang kondisi dari situs tersebut secara berkala.

Jika tidak maka UNESCO tak segan untuk mencabut status tersebut seperti yang pernah terjadi pada dua bekas situs lembah Dresden Elbe dan Cagar Alam Oryx Arabia.

Maka sebab itu, dengan status yang Indonesia dapatkan sebagai masyarakat sebaiknya kita menjaga dan melestarikan Situs peninggalan tambang batubara Ombilin Sawahlunto, Sumatera Barat sebagai warisan budaya dunia.

Kedepannya, akan ada banyak lagi peninggalan zaman dulu di Indonesia yang ditetapkan menjadi warisan budaya dunia sehingga akan menjadi energi bangsa dalam meningkatkan citra di mata Internasional.

Komentar Netizen
Bagikan, agar menjadi energi positif untuk orang lain

Digugat Soal Kualitas Udara Jakarta, Ridwan Kamil Tawarkan Solusi Ini

Previous article

Pasangan Asal Boyolali Menikah dengan Mahar Saham, Memangnya Bisa?

Next article

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Budaya