fbpx
Kabar Daerah

Sah! Hendi-Ita Wali Kota dan Wakil Wali Kota ‘Kita’

SEMARANG, energibangsa.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang akhirnya menetapkan Hendrar Prihadi dan Hevearita Gunaryanti Rahayu (Hendi-Ita) sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang setelah memperoleh 716.693 atau 91,56 persen suara Pemilu 2020 lalu.

Hendi-Ita ditetapkan sebagai wali kota dan wakil wali kota Semarang dalam rapat pleno terbuka penetapan pasangan calon terpilih wali kota dan wakil wali kota

“Penetapan dilakukan setelah tidak adanya pihak yang mengajukan keberatan terhadap hasil Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Semarang tanggal 9 Desember 2020 lalu, ke Mahkamah Konstitusi,” kata Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom.

Henry mengatakan perolehan suara pada Pilkada tahun 2020 cukup signifikan. Angka itu jauh lebih banyak dari Pilwalkot sebelumnya di Kota Semarang.

“Pilkada 2020 adalah sejarah bagi Kota Semarang, Hanya diikuti calon tunggal dan bertepatan dengan musim hujan, serta dalam kondisi pandemi, tapi angka partisipasi cukup besar daripada pilkada-pilkada sebelumnya,” ungkapnya.

Henry mengucapkan terimakasih kepada seluruh stakeholder yang membantu pelaksanaan, pengamanan, dan pengawasan proses pilkada dari awal hingga akhir.

“Kami ucapkan terimakasih kepada seluruh pihak mulai dari peserta pilkada, masyarakat yang memilih, dan tentu TNI-Polri yang membantu terlaksananya proses pilkada hingga akhir,” katanya.

Melansir INewsTV, Hendrar Prihadi atau yang akan disapa Hendi bersyukur atas kemenangannya dalam Pilwalkot 2020.

“Alhamdulillah, hari ini semuanya menjadi jelas, karena secara resmi dapat disebutkan persentase hasilnya, partisipasinya, serta jumlah suara seluruhnya. Jadi kami ucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat, sehingga kami bisa mendapatkan kemenangan dengan persentase 91,56 persen,” kata Hendi.

Hendi pun mengungkapkan kedepan akan fokus berkomitmen untuk merealisasikan janji – janji kampanyenya.

“Mudah – mudahan yang akan kita lakukan bisa berjalan dengan baik. Semuanya jadi prioritas, terutama untuk kita bisa bangkit dari keterpurekan karena pandemi Covid-19, dari sisi medis harus disentuh, namun di satu sisi kita tidak boleh membuat ekonomi mati. Maka kami siapkan kebijakan agar ekonomi tetap jalan, tapi dengan prokes,” tekannya.

Terkait Pemberlakuan Pembatasan Masyarakat yang akan berakhir pada 25 Januari 2021, Hendi yang baru saja dipastikan terus akan memimpin Kota Semarang, sebenarnya tidak ingin memperpanjangnya.

Meskipun begitu, dirinya belum bisa menentukan kepastiannya saat ini, dan masih harus melihat perkembangan tiga hari ke depan. 

“Ini kan masih hari Kamis, kita masih punya Jumat, Sabtu, Minggu. Tapi sebagai sebuah informasi, sampai hari ini, jumlah penderita Covid-19 sudah mulai menurun,” ujarnya. 

Menurutnya, sebelum 11 Januari 2021, jumlah penderita Covid-19 di atas 1.000 orang. “Sekarang sudah pada angka 800an. Maka nanti kita lihat hari Minggu. Inginya sih tidak memperpanjang, tapi masyarkat harus nyengkuyung bareng – bareng,” katanya. (Ozan/EB)

Related Articles

Back to top button