EssaiKolom

Resesi Ekonomi? Kok Keadaan Kayak Biasa-Biasa Aja

oleh : Yanuar Aris Budiarto, Digital Consultant, pelaku industri StarUp Digital.

ENERGIBANGSA.ID – Sebuah obrolan saya dengan teman nampaknya menarik untuk dituangkan dalam bentuk tulisan. Syukur-syukur bisa nambah wawasan netizen yang budiman.

“emang bener ya, Indonesia mau resesi ekonomi? kayaknya kalo dilihat ya pandemi ini kayaknya ekonomi normal, kayak biasa-biasa aja,” ujar teman saya.

Lalu saya ‘tampar’ dia, “bangun, bro.. bangun… sadar, woy,”

Itu karena teman saya kelamaan hidup di ‘kayangan’, udah kebiasa hidup enak terjamin, aman, di keluarga mapan.

Bahkan mungkin aja dia sejak lahir ceboknya udah pake soda gembira.

Perlahan kemudian saya jelaskan, “kalau kamu melihat keluar jendela keadaan memang tampak normal, biasa-biasa aja……”

Mobil-motor tetep lewat seperti biasa, yang kerja pada tetep berangkat pagi pulang sore, yang jualan ya tetep aja jualan, yang nganggur di rumah ya jelas…. tetep aja nganggur.

Tapi coba bicara dengan orang-orang di luar sana, tanya gimana pendapatan mereka selama pandemi ini berlangsung?

Kang Dekorasi : “parah, cuy… ora ono wong ndewage… yang resepsi nikah ditunda, yang mau nanggap dangdutan ditunda, gak ada pemasukan,”

Ojek online: “Sejak pandemi saya jadi driver sepi. Pendapatan 50 ribu sehari saja sudah alhamdulilah, mas.”

Penyanyi Dangdut : “Parah banget, mas…. sejak PSBB-PKM atau apapun namanya itu, pendapatan saya berkurang 80% hingga 100% dari normal, harusnya 5 kali manggung sekarang pada di-cancel semua, tinggal mantab alias mangan tabungan.”

Pramuwisata : “zero income, bosque…. sejak awal tahun, semua agenda piknik dibatalkan, bahkan sekarang jika dipaksakan pun biayanya bisa 2 hingga 3 kali lipat lebih mahal, dan itu sangat sulit,”

Manager Hotel : “lebih dari 50% pekerja kami harus dirumahkan, mereka memang tidak kami pecat, tapi kami persilahkan jika mencari kerja lainnya. Manajemen tak sanggup menggaji, kondisi hotel sepi, untung masih ada langganan BO dan user michat,”

Trader saham : “nyaris semua nilai saham turun, ini lagi waktu-waktu susah, banyak perusahaan yang ambles harga sahamnya, Astr* aja sahamnya terjun payung,”

Ibu Kosan : “ancur deh, mas…. sebagian anak-anak kos pada balik kampung, sisanya minta keringanan bayar kosan, dan sebagian lagi pada nunggak bayar kos,”

Owner Cafe : “sepi, mas…. mahasiswa-mahasiswa pada balik ndeso, anak-anak nongkrong diusir Satpol PP,”

Kang Loundry : “anak-anak kosan mahasiswa pada balik rumah masing-masing, mas… tinggal anak-anak kos pekerja aja, itupun sebagian kayaknya mulai berhemat, nyuci sendiri,”

Manager SPBU : “tetep laris sih, karena memang kebutuhan primer isi bensin, tapi angkanya menurun jauh….”

Karyawan : “gue kena pemotongan gaji bro, tapi ya masih lumayan sih, yang dipecat di department gue hampir setengah-nya,”

StartUp Digital : “Gulung tikar sih enggak, tapi dah dibilangin kalo mau cabut silahkan. Masalahnya si bos aja nggak bisa balik indo gara-gara covid,”

Tukang Nasi goreng : “Ya berkurang mas, kantor-kantor yang langganan sini pada tutup, pada Work from home. Sehari bisa laku 25 piring aja udah syukur-syukur.”

Memahami Resesi

Resesi adalah penurunan atau kemerosotan, atau kondisi ketika produk domestik bruto (GDP) menurun atau ketika pertumbuhan ekonomi riil bernilai negatif selama dua kuartal atau lebih dalam satu tahun.

Resesi dapat mengakibatkan penurunan secara simultan pada seluruh aktivitas ekonomi seperti lapangan kerja, investasi, dan keuntungan perusahaan.

Resesi sering diasosiasikan dengan turunnya harga-harga (deflasi), atau kebalikannya; meningkatnya harga-harga secara tajam (inflasi) karena kelangkaan.

Resesi ekonomi yang berlangsung lama disebut depresi ekonomi. Penurunan drastis tingkat ekonomi (biasanya akibat depresi parah, atau akibat hiperinflasi) disebut kebangkrutan ekonomi (economy collapse).

Mari kita berdoa, semoga resesi ekonomi di Indonesia hanya di quartal akhir 2020 saja. Awal 2021 kita sudah mulai kembali menapak anak tangga ke atas. Amin.

Yanuar Aris Budiarto, Digital Consultant, pelaku industri StarUp Digital.

Related Articles

Back to top button