Kabar Indonesia

Reanes Putra, dari Sampah menjadi Rupiah

ENERGIBANGSA.ID – Perkembangan dunia industri cenderung diikuti dengan tingkat konsumsi masyarakat yang meningkat pula. Keseharian masyarakat yang terus menerus dibombardir berbagai macam iklan secara tidak langsung mempengaruhi pola konsumsi mereka. Peningkatan konsumsi masyarakat tak jarang menghadirkan masalah-masalah baru termasuk permasalahan sampah.

Beda cerita dengan kebanyakan orang yang menganggap sampah hanya sebagai aset tak bernilai, seorang pemuda asal Semarang justru mendapatkan ide dari sampah. Reanes Putra justru berkeinginan memberikan solusi atas permasalahan tersebut. Ia bersama dua orang temannya yang lain yaitu Tito dan Iwan mulai merintis bisnis startup Sampah Muda yang berbasis website.

Tak mudah memang dalam membangun sebuah bisnis startup namun kerja keras mereka mulai membuahkan hasil. Kini bisnis mereka sudah berkembang pesat. Sampah Muda bahkan sempat menang dalam ajang Jimba Fest Green Startup 2019 sebagai runner-up.

Melalui Sampah Muda mereka mencoba membantu menyalurkan sampah mulai dari rumah tangga hingga perusahaan ke para pengepulnya. Meski begitu kerjasama dengan masyarakat sangat dibutuhkan. Masyarakat diharapkan sebisa mungkin memilah sampah menurut jenisnya sebelum disetorkan kepada agen Sampah Muda.

Bagi Sobat Energi yang mungkin belum tahu tentang Sampah Muda singkatnya mereka ini seperti bank sampah. Akan tetapi, bisnis mereka ini berbasis website sehingga lebih mudahkan masyarakat yang ingin menggunakan. Sampah Muda menawarkan kemudahan dalam menyetor sampah dimana kita tak harus datang langsung ke kantor mereka untuk menyetor sampah. Sobat Energi cukup daftar di website mereka, kemudian booking jadwal penjemputan sampah dan menunggu konfirmasi dari agen Sampah Muda.

Selayaknya bank sampah pada umumnya mereka yang menyetor sampah akan diberikan uang sebagai gantinya. Tak menggunakan sistem uang tunai Sampah Muda memilih sistem memberikan point yang disebut trashpoint yang bisa digunakan untuk membeli pulsa, token listrik, maupun e-money.

Kehadiran Sampah Muda sangat amat membantu pemerintah Kota Semarang dalam menangani permasalahan sampah. Di Semarang sendiri setidaknya menghasilan 1000 ton sampah setiap harinya. Tak melulu tentang untung Sampah Muda juga turut berperan dalam mengedukasi masyarakat mengenai pengelolaan sampah.

Bagaimana dengan Sobat Energi, apakah Sobat Energi sudah mulai membiasakan memilah sampah di rumah?

Related Articles

Back to top button