fbpx
Ekonomi & BisnisKabar IndonesiaNasional

Rahasia Pertahankan Bisnis Saat Pandemi, Ikuti 3 Cara Ini

EnergiBangsa.id(JAKARTA)—Tidak sedikit para pelaku bisnis terguncang akibat wabah pandemi COVID-19 yang menyerang seluruh dunia termasuk Indonesia. Tak jarang bisnis yang telah dibangun cukup lama harus gulung tikar dikarenakan. Tidak kuatnya menahan gempuran virus ini yang telah membuat perekonomian di dunia hancur lebur.

Namun saat ini beberapa negara di dunia telah bersiasat dan mencoba mencari solusi agar perekonomian mereka tetap bertahan.

Di Indonesia sendiri telah di terapkan adapatasi kebiasaan baru yang mana salah satunya untuk mengurangi dampak pandemi virus COVID-19 pada sektor ekonomi. Sehingga para pelaku bisnis tetap bisa bertahan dan menjalankan usahanya ditengah-tengah pandemi yang terjadi.

Pasalnya, sudah hampir 6 bulan penyakit ini berjalan dan menyangkit ribuan orang di Indonesia. Dan pemerintah pun menerapkan peraturan pembatasan skala besar (PSBB) guna meminimalisir penyebaran virus ini di masyarakat luas.

Akan tetapi penerapan PSBB ini membeli efek kepada pelaku usaha yang lambat laun tergerus. Usahanya akibat daya beli konsumen menuru dan berkurangnya pendapatan mereka.  

Dengan penerapan adaptasi kebiasaan baru diharapkan secara perlahan dapat membantu bisnis. Para pelaku bisnis agar dapat bertahan dari gelombang pandemi bersamaan. Dengan menjaga kesehatan seluruh masyarakat, sekaligus tantangan yang harus dilalui oleh para pelaku bisnis.

Dalam sebuah diskusi virtual yang diselenggarakn oleh Start up E-commerce Zilingo. Yakni Ngopi Bareng Zilingo yang memilih tema Lokal Untuk Nasional; Dongkrak Ekonomi Negara di Tengah Kenormalan Baru Lewat Perdagangan Digital. Para pembicara mengemukakan tiga rahasia yang bisa menjadi cara untuk mempertahankan bisnis lintas skala di tengah pandemic global.

  1. Wujudkan Inklusi digital sedini mungkin

Destry Annasari, Asisten Deputi Bidang Pemasara, Kemenkop Usaha Kecil Menengah (UKM), menuturkan bahwa lebih dari 50 persen pelaku UMKM Indonesia mengaku jika usaha miliknya terkena imbas dari pandemi.

Dengan adanya pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), mereka yang dapat bertahan hanya usaha dengan pasar yang luas serta usaha yang telah melakukan digitalisasi.

“Sekitar 99 persen usaha di Indonesia merupakan UMKM yang menghasilkan 97 persen lapangan pekerjaan di Indonesia. Sayangnya, dari 64,2 juta UMKM yang ada, hanya sekitar 13 persen pelaku UMKM yang sudah melakukan digitalisasi,” ujarnya dalam siaran resmi, Sabtu (22/8)

Yang dimaksud dengan digitalisasi ini yaitu menggunakan media sosial untuk menunjang kegiatan pemasaran mereka, terdaftar di dalam platform marketplace maupun dapat memanfaatkan teknologi untuk mendukung kegiatan operasional mereka.

“Maka dari itu, 87 persen UMKM yang ada ingin kami dorong agar segera memasuki gerbong digital,” tegas Destry.

Sementara Founder & CEO Surfinclo, Dani Purnama, mengemukakan digitalisasi sangat penting sebagai pembantu proses administrasi dan mendukung infrastruktur yang ada. Terutama ketika pelaku bisnis ingin masuk ke scope yang lebih besar.

2. Optimalisasi Kolaborasi dan Koordinasi antar Instansi dengan UMKM Kementerian Koperasi dan UKM yang telah menyediakan perencanaaan holistic untuk mendukung UMKM selama masa pandemi yang terdiri dari empat langkah meliputi meningkatkan koordinasi dan kolaborasi, membangun budaya dengan menciptakan Local Heroes, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia serta memperluas segmentasi pasar mereka.

“Di masa sulit seperti ini kolaborasi dan koordinasi sangat diperlukan untuk meningkatkan kinerja bisnis UMKM secara keseluruhan. Kementerian Koperasi dan UKM telah menyediakan program-program seperti Factory Sharing, LKPP Page untuk produk UMKM dan Pasar Digital UMKM. Selain itu, untuk menumbuhkan rasa memiliki, kami juga menciptkan para Local Heroes,” terangnya.

3. Maksimalkan Kreativitas Untuk Inovasi

Pandemi global COVID-19 telah mengubah segenap perilaku dan kebiasaan konsumen dan menghasilkan tantangan-tantangan bagi UMKM di setiap industri.

Maka sebeb itulah, penting bagi para pelaku UMKM untuk tidak hanya sekedar memantau situasi pasar secara seksama, tetapi juga terus berinovasi demi dapat memikat lebih banyak pelanggan.

Related Articles

Back to top button