fbpx
Ragam BangsaSosial & Budaya

Rabu Pon dan Rabu Pahing, Selalu Dipakai Jokowi untuk Kegiatan Penting

ENERGIBANGSA.ID — Ada apa dengan Rabu Pon? dari penelisikan energibangsa.id, ternyata Rabu Pon seringkali dikaitkan dengan hari yang paling sering dipakai Presiden Joko Widodo dalam mengambil setiap keputusan penting.

Baik untuk urusan pribadi maupun kenegaraan. Bila tidak Rabu Pon, maka Rabu Pahing.

Di atas kertas, Presiden Joko Widodo (Jokowi) semasa memimpin periode I telah empat kali melakukan reshufle kabinet.

Reshuffle di Rabu Pon dan Pahing

Reshufle pertama dilakukan pada hari Rabu (12/8/2015). Rabu Pon

Reshufle II dilakukan pada hari Rabu (27/7/2016). Rabu Pon

Reshufle III pada hari Rabu (17/1/2018). Rabu Pahing.

Reshufle IV pada hari Rabu (15/8/2018). Rabu Pahing.

Sekarang, desakan reshuffle Kabinet semakin menguat dari berbagai kalangan, mulai dari akademisi, masyarakat sipil, hingga dari kelompok pendukung Jokowi sendiri seperti Projo.

Pertanyaannya, apakah Jokowi akan melakukan reshuffle kabiner di Rabu Pon bulan Desember ini, yang jatuh pada 23 Desember 2020 mendatang.

Jokowi Lahir dan Menikah di Hari Rabu

Mengapa hari Rabu menjadi hari yang sangat penting bagi Presiden Jokowi? Ternyata, Jokowi lahir pada tanggal 21 Juni 1961, tepat pada hari Rabu Pon.

Ketika menikah dengan Iriana, Jokowi juga memilih hari Rabu (24/12/1986). Namun Rabu Kliwon.

Kedasyatan weton Rabu Pon

Dalam tradisi Jawa, hari lahir disebut sebagai weton. Dengan begitu weton Jokowi adalah hari Rabu Pon. Merujuk kitab Primbon, orang yang lahir pada weton Rabu Pon penuh keberuntungan, sangat berhati-hati mengambil keputusan.

Pemilik weton Rabu Pon juga memiliki keterampilan sosial tinggi. Neptu Rabu Pon adalah berjumlah 14.

Orang yang lahir pada hari Rabu Pon dipercaya mempunyai sifat ‘lakuning rembulan’ (baca: seperti rembulan). Seperti sifat rembulan, orang ini mempunyai aura penerang bagi orang lain.

Rabu Pon dan Janji Manis

Hal tersebut dikarenakan jiwa sosial mereka yang tinggi. Selain itu juga termasuk tipe orang yang suka bekerja, dan bercita-cita tinggi (selera hidup yang tinggi).

Meski bisa mencerahkan orang lain, namun ada satu kepribadian yang kurang baik. Yaitu sikap suka mengobral janji-janji manis.

Meski awalnya bertujuan baik, namun hal tersebut bisa menjadi boomerang bagi dirinya.

Orang Jawa mempercayai hari-hari baik, hari keberuntungan, atau hari naas (apes,was). Bila sampai dilanggar, maka mereka ‘meyakini’ nasibnya bakal sial. (*)

Related Articles

Back to top button