fbpx
Ragam Bangsa

Quarter-Life Crisis : Apakah Aku Bisa Se-Sukses Syahrini dan Se-Bahagia Raisa?

ENERGIBANGSA.ID – Memasuki usia dewasa ini apakah Sobat Energi sering mengalami kegelisahan memikirkan masa depan hingga sulit tidur? Ketika membuka media sosial LinkedIn, teman-teman seusia mengunggah pencapaian karir yang luar biasa. Ketika membuka linimasa Facebook, berjajar foto pernikahan layaknya katalog wedding organizer. Sementara diri sendiri masih bingung mau mengunduh aplikasi Tantan atau Tinder.

Apa sih tujuan hidupku? Apa sih yang dicari dalam bekerja? Kenapa sudah bekerja keras hingga larut malam tapi merasa tidak puas dengan pencapaian yang dimiliki? Kenapa teman-teman sudah menimang anak sementara aku masih menggendong tas punggung? Apakah nantinya aku bisa se-sukses Syahrini dan se-bahagia Raisa dengan Hamish?

Jika Sobat Energi merasakan kegelisahan-kegelisahan tersebut, maka saya ucapkan selamat datang pada fase quarter-life crisis!

Sesuai namanya, quarter-life crisis terjadi pada mereka yang beranjak dewasa dan dalam proses pencarian jati diri. Biasanya fase ini berlangsung dari usia 24-30 tahun. Dilansir dari The Guardian, 86% milenial merasakan quarter-life crisis yang membuatnya merasa cemas, kecewa, kesepian, sampai depresi. Perasaan tersebut terasa begitu menyeramkan karena selalu menghantui mereka setiap hari.

Meski nampak begitu seram, namun menurut Caroline Beaton dalam tulisannya yang berjudul “Why Millenials Need Quarter Life Crisis” menjelaskan bahwa keadaan ini tidak terlalu buruk. Menurutnya, quarter-life crisis justru bisa menjadi pengingat bagi seseorang agar terus berjuang dalam hidupnya.

Quarter-life crisis adalah tentang ketidakpastian, dan dari situ pula seseorang dapat menangkap bahwa tidak ada hal yang permanen di dunia ini, termasuk krisis yang dialaminya sendiri.

Ketika dihadapkan pada situasi ini, pasti kita ingin segera berlari melewatinya atau malah menghindari seperti ketika tidak sengaja berpapasan dengan mantan di tempat kenangan. Namun ternyata menghindar bukanlah pilihan yang tepat.

Bagaimana cara menghadapi quarter-life crisis?

Agar kita tetap enjoy menjalani quarter-life crisis ini, baiknya coba terapkan beberapa hal berikut dalam hidupmu ya, Sobat Energi.

Berhenti Membandingkan Diri Sendiri dengan Orang Lain

Seperti kata Theodore Roosevelt, comparison is the thief of joy, maka berhentilah membandingkan dirimu dengan orang lain. Baik dalam karir, kehidupan keluarga, maupun urusan percintaan. Setiap orang sudah memiliki takdirnya masing-masing, jadi tak perlu khawatir.

Kita tidak pernah tahu rintangan apa saja yang telah dilalui orang lain hingga kini meraih kesuksesan di bidangnya masing-masing. Bisa saja mereka mengalami jatuh bangun yang sama sebelum kita lihat kesuksesannya sekarang. Bolehlah sesekali kita jadikan perbandingan itu sebagai pacuan agar lebih bersemangat, jangan malah dijadikan beban pikiran hingga sengsara ya.

Cobalah Aktivitas Baru

Terkadang kita merasa cemas dan jenuh karena pekerjaan atau aktivitas yang kita lakukan tidak selaras dengan keinginan hati nurani. Untuk itu, cobalah cari penyegaran dengan melakukan aktivitas baru yang dapat memberikan kebahagiaan untukmu.

Cobalah menulis, mengikuti workshop, mengikuti kajian, menjadi relawan, bertemu orang-orang baru, atau apa pun yang bisa membangkitkan energi positif dari dalam diri. Telusuri apa passionmu dan cobalah tekuni. Siapa tahu dari situ Sobat Energi jadi tahu jati diri yang sesungguhnya.

Mendekatlah dengan Pencipta

Sebagai makhluk yang beragama, kita pasti meyakini bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam hidup telah digariskan oleh Tuhan. Rasa cemas, khawatir, senang, dan bahagia, semua berasal dari-Nya. Maka berharap dan memohonlah kepada Yang Kuasa agar menunjukkan jalan yang terbaik dalam hidup kita.

Ibarat kita sedang menyukai seseorang pasti kita akan melakukan pendekatan dan usaha-usaha untuk menjadikannya pasangan kita. Hal yang sama pun berlaku, apabila kita ingin mendapatkan sesuatu lakukanlah dengan usaha tekun dan dekati Tuhanmu. Berdoalah agar Tuhan dapat mewujudkannya. Kalau pun nantinya tidak sesuai dengan harapan, yakinlah bahwa skenario Tuhan lebih indah. Dengan berdoa dan mendekat pada-Nya, hatimu akan terasa lebih damai dan tenang menjalani quarter-life crisis.

Sobat Energi, jangan putus asa ketika sedang berada dalam fase quarter-life crisis ya. Kamu tidak sendiri, kok. Yang saat ini harus kamu lakukan adalah menghadapi dan menikmatinya dengan perlahan seperti sedang melewati jalan yang penuh dengan polisi tidur. Semangat!

Related Articles

Back to top button