Kabar IndonesiaKesehatanTeknologi

QRM, Aplikasi Diagnosis THT Karya Mahasiswa Unusa Juara Kompetisi Ilmiah Nasional

ENERGIBANGSA.ID – Empat mahasiswa Universitas Nahdhatul Ulama Surabaya (Unusa) menciptakan aplikasi diagnosis awal gangguan THT yang dapat membantu kerja dokter. ‘Quick Respon Mobile (QRM) dengan metode artificial intellegence (AI) berhasil menjuarai kompetisi nasional Holistic (Halu Oleo Scientific Competition) 2019.

Tahun ini keempat kali kompetisi nasional Holistic sudah digelar oleh Fakultas Kedokteran Universitas Halu oleo, Kendari. Holistic 2019 yang mengusung tema penyakit THT yang diikuti total 53 tim dari 19 FK universitas negeri dan swasta seluruh Indonesia. Sedangkan gelaran fina pada 25-27 Oktober 2019 di Kendari, Sulawesi Tenggara diikuti 21 finalis.

“Fakultas kedokteran Unusa mengirimkan 2 tim untuk mengikuti kompetisi kedua tim berhasil meraih juara, masing-masing juara 1 kategori poster ilmiah dengan tim Muhammad Jauhan Farhad, Firda Nur Laila, Diaz Syafrie Abdillah. Dan, juara 3 untuk literatur review dengan tim Diaz Syafrie Abdillah, Afira Febriani Wijaya,” kata Dr Handayani, Dekan FK Unusa sekaligus dosen pembimbing, dikutip dari RMOLJatim

Menurut Dekan FK Unusa, kemenangan mahasiswanya tersebut tak lepas dari kerelevanan tema tentang teknologi yang diaplikasikan dalam bidang kesehatan. Hal ini juga sangat sesuai dengan universitas yang berbasis di kesehatan dan teknologi sehingga Unusa akan terus mengembangkan smarthealth dengan penyusunan karya ilmiah yang didukung dari tim sistem informasi.

Tak hanya dapat diinstalal pada smartphone tetapi juga dapat divisualisasikan dalam poster ilmiah. Hasil karya mahasiswa Unusa ini bisa menjadi karya ilmiah literatur review dan poster dengan judul yang sama Quick Respon Mobile (QRM) dengan metode artificial intellegence (AI).
Ketua tim karya ilmiah Diaz Syarief Abdillah mengatakan jika teknologi AI nantinya mampu mengefektifkan waktu antara pasien dengan dokter. Harapan kedepannya semoga dapat menjadi sarana teknik komunikasi yang dapat mengoneksikan pasien dengan dokter.

QRM beroperasi untuk memudahkan pasien menginput data yang dikeluhkan sedangkan AI berperan sebagai teknologi cerdas buatan yang memproses data menjadi diagnosis awal gejala THT.

Ide menciptakan QRM sebagai diagnosis awal THT yang diikutkan dalam lomba poster publik ini tujuannya agar pasien mampu memahami prosedur aplikasi QRM lebih jelas lagi.

Adanya aplikasi QRM semoga bisa dikembangkan ke seluruh Indonesia sehingga Sobat Energi dapat menggunakannya dan mengetahui diagnosis awal gangguan THT.

Related Articles

Back to top button