fbpx
DuniaKabar Indonesia

PT INKA Garap Kereta Untuk Filipina

ENERGIBANGSA.ID – PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA kini semakin berjaya dalam hal produksi kereta. Pasalnya, PT INKA tengah menggarap kereta pesanan Filipina dan kini dalam tahap uji coba di Madiun.

Setelah kontrak kerjasama ditandatangi, maka kereta pesanan pun siap diproduksi. Diketahui Philippine National Railway memesan 3 lokomotif diesel hidrolik, 6 Kereta Rel Diesel (KRD), dan 15 kereta penumpang.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Komisi VI DPR, Azam Azman Natawijana menyatakan akan mendukung penuh proyek PT INKA. Pihaknya mengatakan bahwa ada modal negara sebesar Rp 3 triliun yang dikeluarkan.

“PT INKA sebagai BUMN industri strategis memerlukan dukungan dan juga pengawasan pemerintah. Sebagai perusahaan penerima Penyertaan Modal Negara (PMN), kita sangat mendukung untuk kemajuan industri INKA,” kata Azam.

Ingin tahu seperti apa lokomotif yang akan diekspor ke Filipina? Begini hasil penelusuran energibangsa.id untuk Sobat Energi.

Lokomotif Diesel Hidrolik

PT INKA Garap Kereta Untuk Filipina
Ilustrasi lokomotif Filipina (Foto: redigest.web.id)

Lokomotif ini mirip seperti CC 300 yang dimiliki oleh Kementerian Perhubungan namun ada perbedaan pada livery atau stripingnya.

Kereta Rel Diesel

PT INKA Garap Kereta Untuk Filipina
Ilustrasi KRD dengan enam pintu (Foto: redigest.web.id)

KRD yang dipesan Filipina memiliki kemiripan desain seperti KRL yang tersedia di Bandara Soekarno-Hatta, KRDE Minangkabau Express, dan Solo Express. Perbedaannya adalah KRD di Indonesia terdiri dari empat pintu, sementara KRD Filipina terdiri dari enam pintu dalam satu kereta. KRD ini dirancang memiliki dominan warna putih dan garis hitam memanjang di jendela serta strip biru di bagian bawah.

Kereta Penumpang

PT INKA Garap Kereta Untuk Filipina
Ilustrasi kereta penumpang komuter (Foto: redigest.web.id)

Sama seperti KRD yang dipesan, kereta penumpang ini juga memiliki enam pintu karena akan difungsikan sebagai kereta komuter. Uniknya, pintu kereta ini dapat dibuka dan ditutup secara otomatis melalui kabin seperti KRL komuter, namun tidak beroperasi sendiri melainkan ditarik lokomotif.

Kereta yang tengah diuji coba di Madiun ini akan beroperasi di Jalur Metro South Commuter antara Stasiun Tutuban dan Stasiun Alabang bersama dengan KRL JR 203 yang dihibahkan Jepang kepada Filipina. Rencananya, kereta ini akan dikirim secara bertahap pada Januari dan Mei 2020 mendatang. Wah, cara ngirimnya gimana ya Sobat Energi?

Related Articles

Back to top button