fbpx
Daerah

PSBB Jakarta Diperpanjang: Peningkatan Kasus Terus Bertambah

ENERGIBANGSA.ID (Jakarta) – Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta telah memastikan jika PSBB di DKI Jakarta akan berlangsung hingga 11 Oktober mendatang 2020 terhitung sejak 28 September. Adanya keputusan perpanjangan PSBB ini terlampir pada Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 959 Tahun 2020.

Jika menurut rencana awal, PSBB Jakarta diberlakukan sejak 12 hingga 24 September lalu, namun keputusan baru yang sudah diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta tersebut menyebutkan jika keputusan yang diambil telah melalui proses diskusi dan sudah disetujui pihak pemerintah pusat.

“Tanpa pembatasan ketat dan dengan tingkat pengetesan tetap seperti yang dilakukan saat ini, maka ada kemungkinan jika kasus positif di Jakarta hingga pertengahan Oktober nanti akan bertambah sebanyak 2.000 per satu hari. Sedangkan untuk kasus aktif dapat bertambah hingga 20.000 di awal November nanti,” ujarnya.

Dengan adanya sistem PSBB yang diperketat diberlakukan membuat kasus positif Covid-19 mengalami penurunan. Anise menuturkan jika sebanyak 3.864 (49%) positif Covid-1 dilaporkan per satu hari sebelum aturan PSBB diterapkan. Namun sejak PSBB angka penambahan positif Covid-19 berada di jumlah 1.453 (12%).

“Semakin banyak aktivitas warga di luar rumah, maka angka peningkatan akan terus bertambah. Namun sejak PSBB ini diterapkan, berdasarkan data yang dilihat, angka positif Covid-19 menurun. Berdasarkan perhitungan dari Tim FKM UI dibutuhkan minimal 60% penduduk tetap di rumah agar penyebaran berkurang, namun hingga saat ini baru sekitar 50% penduduk yang tetap berdiam di rumah,”

Terhitung hingga 23 September, sebanyak 857.863 masyarakat atau sebanyak 80.588 per satu juta penduduk sudah melakukan tes PCR. Kapasitas tes per minggu lebih dari 6 kali lipat dari standar WHO, dimana sebelumnya WHO menentukan jika standar jumlah tes ideal bagi setiap wilayah sebanyak 1 orang per 1.000 populasi dalam satu minggunya.

Dewi Nur Aisyah, seorang anggota dari Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengatakan jika pr Pemprov DKI beserta jajarannya saat ini juga harus memastikan jika masyarakat tetap mematuhi aturan dan protokol yang sudah diterapkan oleh pemerintah.

Hal tersebut dilakukan guna mencegah munculnya  klaster baru Covid-19. Sebelumnya anggota Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19 menuturkan jika klaster baru telah bermunculan di Jakarta. Klaster-klaster tersebut berhubungan dengan beberapa kegiatan pernikahan, hotel, pesantren, bahkan hiburan malam.

Melansir data dari corona.jakarta.go.id, sebanyak 20 orang positif dari acara pernikahan di dua lokasi di Jakarta Timur. 3 kasus dari Hotel Sari Pasific, Jakarta Pusat, 69 orang dari acara halal bihalal hingga tahlilan, 5 orang dari lomba masak selama 17 Agustus.

Klaster baru juga menyebutkan jika sebanyak 14 orang dinyatakan positif dari kegiatan takziah di Duren Sawit, Jakarta Timur, 5 orang takziah di Kemayoran, Jakarta Pusat dan 5 orang di Palmerah, Jakarta Barat. Ada juga klaster pesantren di Pesantren Minhajjurrosyidin, Cipayung sebanyak 4 orang.

[Tata/EB].

Related Articles

Back to top button