prabowo energi bangsa
EssaiInspirasi Bangsa

Prestasi Prabowo yang Tidak Disadari oleh Banyak Orang

0

oleh : Yanuar Aris Budiarto *

Salah satu isu yang sering dilempar pendukung Jokowi kepada pendukung Prabowo adalah pertanyaan: “apa sih prestasi Pak Prabowo?” Tidak adil memang jika membandingkan Jokowi dengan Prabowo secara head to head di level ke-pemerintah-an.

Tidak adil karena Jokowi sudah berkiprah secara langung di eksekutif sejak menjadi Walikota, Gubernur, dan Presiden. Sementara Prabowo belum pernah secara langsung menjabat di tingkat eksekutif, mulai dari tingkat RT hingga pemerintahan pusat.

Netizen +62 dan kubu pro-Jokowi harus jujur dalam memahami, bahwa tidak adil jika prestasi hanya diukur dari pembangunan infrastruktur negara saja, sebab Prabowo belum pernah masuk ke ranah pemerintahan. Namun demikian bukan berarti Prabowo nol prestasi.

Sebagai pendukung Jokowi, saya menghormati Prabowo sebagai kompetitornya, tapi sebagai masyarakat yang baik, saya dan banyak orang di Indonesia lainnya harus imbang dalam memuji dan memahami tokoh-tokoh bangsa ini, agar tidak ada energi bangsa yang terkuras dan terbelah lagi. Berikut adalah secercah prestasi Prabowo yang jarang disadari oleh banyak orang.

Kepemimpinan Bela Negara

Jangan ragukan betapa leadership-nya Prabowo. Soal kepemimpinan ia adalah salah satu orang paling sukses di negeri ini. Mengawali karier di militer, ia mampu menjadi pemimpin KOPASSUS dan terlibat langsung dalam operasi-operasi besar.

Sebagai prajurit KOPASSUS, Prabowo berhasil mengamankan Presiden Fretilin, Nicolau Lobato, dalam operasi penangkapan pada tanggal 31 Desember 1978. Waktu itu, Prabowo Subianto menjabat sebagai kapten yang memimpin 28 pasukan elit.

Prabowo juga pernah memimpin operasi Tim Nanggala di Timor Timur dengan keberhasilan menangkap Xanana Gusmao pada 1992 dan operasi pembebasan sandera Mapenduma yang berhasil membebaskan 10 dari 12 peneliri Ekspedisi Lorentz 95′ dari sekapan Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Saat itu, Prabowo bertindak sebagai komandan. Dia membuktikan kepada konsultan-konsultan militer dari Delta Force Amerika dan SAS Inggris bahwa misi penyelamatan yang mereka vonis “mission impossible” dapat diselesaikan dengan baik oleh KOPASSUS.  Jika kalian tahu drama Korea Descendants_of_the_Sun yang legendaris itu, Prabowo adalah Kapten Yoo Shi Jin yang gagah, ganteng, tegas, nasionalis, setia dan uwu-uwu itu.

Kalaupun akhirnya Prabowo dipecat, harus dipahami bahwa pada 1998 kondisi politik di Indonesia saat itu kacau, memburuk, dan sedang masa transisi. Jadi siapa pun yang dekat dengan pengusasa bisa menjadi kambing hitam dari ketegangan politik saat itu.

Bapak Olahraga Nasional

Tidak banyak yang tahu bahwa Prabowo Subianto adalah pembina olahraga polo berkuda di Indonesia, pada Januari 2014 Prabowo telah berhasil membawa tim polo berkuda Indonesia menjuarai Kejuaraan Polo Berkuda se-Asia.

Yang sangat mencengangkan adalah Tim nasional Indonesia yang terdiri dari putera-putera petani berhasil mengalahkan tim nasional India, Cina, dan Korea Selatan yang diwakili oleh putera-putera raja-raja di masing-masing negara.

Sebagai Ketua Umum IPSI, Kepemimpinan beliau tidak diragukan lagi, prestasi tim nasional pencak silat Indonesia selalu berkibar di kejuaraan internasional. Selama 20 tahun terakhir, Prabowo memastikan tim nasional pencak silat mendapat pendidikan terbaik, latihan tanding terbaik, dan fasilitas pelatnas terbaik. Bahkan, Prabowo mengawasi langsung latihan dengan menjadikan rumahnya tempat latihan silat.

Prabowo Subianto di acara pembukaan turnamen Piala Garuda di lapangan sepakbola Nusantara Polo Club, Kranggan, Bogor (foto: tribunnews)

Sebagai warga negara biasa yang peduli, dalam beberapa tahun terakhir Prabowo konsisten menyelenggarakan Piala Garuda (turnamen sepakbola tingkat nasional untuk kelompok usia U-12, U14 dan U16). Piala Garuda telah berhasil meluluskan beberapa orang pemain ke tim nasional U-19, tim yang telah berhasil mengharumkan nama bangsa di berbagai ajang internasional. Ini adalah cita-cita Prabowo agar tim nasional Indonesia suatu hari dapat bertanding dan memenangkan piala dunia. 

Gara-gara ini saya berharap Prabowo Subianto menjadi Ketua PSSI, dengan tangan dingin dan sikap tegasnya, saya yakin sepakbola nasional dan liga tanah air ini akan menjadi juara Asia.

Rekor Everest Tim Indonesia untuk Asia Tenggara

Ketika masih menjadi prajurit KOPASSUS, tim Prabowo berhasil mengibarkan bendera merah putih di puncak tertinggi dunia, Gunung Everest, di kawasan Himalaya pada tanggal 26 April 1997. Waktu itu, Prabowo Subianto bertindak sebagai pemrakarsa yang memimpin tim Indonesia untuk mendaki puncak Everest. Ingat, gara-gara ini, Indonesia berhasil menjadi negara pertama di kawasan tropis sekaligus negara pertama di Asia Tenggara yang mencatat sukses menggapai puncak Everest. Sejarah itu bisa kalian lihat di sini. Ini bukan soal pencapaian pribadi, ini pencapaian sebuah tim nasional yang terdiri dari dari anggota Kopassus, Wanadri, FPTI, dan mapala UI

Pengusaha yang Sukses

Lepas dari dunia militer Prabowo masuk dalam dunia bisnis. Ia pun kembali sukses. Bisnisnya berkembang dan menempatkannya di deretan orang terkaya negeri ini bersama saudara kandungnya, Hashim Djojohadikusumo. Netizen +62 bisa dengan mudah menemukan jejak kesuksesan bisnis Prabowo di google. ( Ayo, jangan malas… cari sendiri )

Membangun Infrastruktur Desa

Jika kalian mengidolakan Soe Hok Gie, kalian juga harus memuji Prabowo, karena jauh sebelum ada konsep ‘Dana Desa’ yang membangun infrastruktur desa. Pada usia yang maish sangat muda, 16 tahun, Prabowo muda turut mendirikan lembaga swadaya masyarakat pertama di Indonesia bernama Lembaga Pembangunan.

Menurut info dari media sinarharapan, di Lembaga Pembangunan tersebut, Prabowo bersama Soe Hok Gie, Jusuf Abraham Rawis dan aktivis lainnya mengorganisir mahasiswa Indonesia untuk turut serta dalam menjalankan berbagai usaha-usaha kerakyatan di antaranya membangunan infrastruktur desa. 

Kepemimpinan Politik

Prabowo jelas masuk salah satu ketua umum partai tersukses di negeri ini. Ia berhasil membuat Gerindra menjadi partai terbesar kedua di negeri ini hanya dalam waktu 12 tahun sejak didirikannya pada 2008 lalu. Coba diingat-ingat, di pemilu pertamanya, Gerindra sudah mengusung cawapres sendiri. Prabowo dan Megawati. Catat, ini sebuah prestasi!

Pada 2014 jejak politik Gerindra semakin meningkat. Tidak hanya bisa mengusung Prabowo sebagai capres dengan didukung banyak partai, tapi juga berhasil finis di posisi ketiga setelah PDIP dan Golkar yang merupakan partai senior (bandingkan usia partai-partai senior ini).

Tahun 2019 ini malah lebih keren lagi, sejumlah hasil survei menempatkan elektabilitas Gerindra di urutan kedua dari 20 partai lain peserta pemilu. Partai ini baru berusia 12 tahun dan mampu menjadi lawan hebat partai-partai senior di Indonesia. Jika bukan karena kepemimpinan yang hebat, hal ini tak akan tercapai. Masih nggak percaya? lihat parpol lainnya.

Selain itu, Prabowo menjadikan Gerindra sebagai kendaraan politik bagi putera-puteri terbaik bangsa. Catat baik-baik, nama-nama beken seperti Basuki T Purnama (Ahok), M. Ridwan Kamil, dan Bima Arya Sugiarto bisa maju, menang di pilkada, dan berhasil memimpin daerahnya. Ketiganya sekarang diakui sebagai pemimpin yang berhasil membawa perubahan nyata di provinsi DKI Jakarta, kota Bandung dan kota Bogor. Secara tidak langsung, ini harus dicatat baik-baik, bahwa prestasi Ahok, Ridwan Kamil dan Bima Arya juga adalah prestasi Prabowo. 

Jadi, mari berhenti untuk mem-bully sana-sini. Prabowo juga memiliki banyak prestasi, hanya jalurnya berbeda dengan Jokowi. Mari kita kembali bersatu. Kita ini satu, kita ini sama, sama-sama energi bangsa !

  • Yanuar Aris Budiarto, alumnus FISIP Universitas Wahid Hasyim, mendukung Jokowi sejak 2014, namun menjadi fans Prabowo sejak 2008.
Komentar Netizen
Bagikan, agar menjadi energi positif untuk orang lain

Pasar Respon Positif Putusan MK, IHSG Menguat

Previous article

Prabowo Tetap Berkomitmen untuk Memajukan Bangsa

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

More in Essai