fbpx
Nasional

Prahara Demokrat, Din Syamsuddin Singgung Keterlibatan Presiden

SEMARANG, energibangsa.id—Dilansir dari CNN, Senin (8/3/2021), Guru Besar Pemikiran Politik Islam FISIP UIN Jakarta Din Syamsuddin menyinggung keterlibatan Presiden Joko Widodo dalam prahara Partai Demokrat.

Prahara itu tak lain langkah kudeta Partai Demokrat yang dilakukan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko.

Din menyampaikan campur tangan Jokowi perlu ditelisik. Sebab hal itu menentukan sikap pemerintah terhadap jalannya demokrasi.

“Penting untuk dipertanyakan apakah keterlibatan Jenderal (Purn.) Moeldoko pada KLB tersebut sudah seizin Presiden Joko Widodo sebagai atasannya atau tidak?” kata Din lewat keterangan tertulis, Senin (8/3/2021).

Din berkata Jokowi telah mengintervensi partai politik jika memberi restu kepada Moeldoko. Jokowi juga dinilai merusak tatanan demokrasi jika mengetahui aksi Moeldoko tersebut.

Memecat Moeldoko?

Jika Jokowi tak merestui aksi Moeldoko mengudeta Demokrat, Din menyarankan untuk segera mengambil tindakan. Ia usul agar Jokowi memecat Moeldoko dari KSP.

“Jika beliau tidak pernah mengizinkan, maka Jenderal (Purn) Moeldoko layak dipecat dari KSP karena merusak citra Presiden,” ucap Din.

Sebelumnya, Moeldoko dikabarkan terlibat perpecahan di Partai Demokrat.

Ia menerima pinangan para kader untuk jadi Ketua Umum Demokrat via KLB.

Sementara, kepengurusan sah Partai Demokrat masih berjalan.

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) masih memimpin sebagai Ketua Umum Partai Demokrat sejak Kongres V, 2020 lalu.(*)

Related Articles

Back to top button