fbpx
NasionalTeknologi

Ponsel Tanpa IMEI Akan Diblokir?

ENERGIBANGSA.ID – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) akan menutup layanan jaringan operator seluluer bagi ponsel yang tidak memiliki IMEI terdaftar.

Kebijakan ini disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos Informatika Kemenkominfo, Ismail di Kantor Kemenkominfo.

Rencananya, kebijakan ini akan segera ditetapkan pada 17 Agustus mendatang dan hanya berlaku ke depan, bukan ke belakang. Meski begitu, pemblokiran akan tetap dilakukan bertahap pada tahun 2020.

“Ini bukan pemutihan istilahnya tapi berlaku ke depan. Kenapa? karena kami tidak ingin ada kerugian di masyarakat kecil yang tidak tahu bahwa ponselnya dia beli black market (BM),” ujar Ismail sebagaimana dikutip dari CNBC.

Adapun tujuan dari pembatasan ini adalah untuk mematikan peredaran ponsel ilegal yang merugikan negara dan industri dalam negeri.

Data yang dihimpun oleh Tim Energi Bangsa dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyebutkan bahwa kini perdagangan ponsel dari black market telah mencapai jumlah yang besar. Yakni hingga 900.000 unit per bulan atau 7,2 juta-10,8 juta ponsel per tahun.

IMEI adalah nomor identitas ponsel yang terdiri dari 14 digit hingga 16 digit. Setiap ponsel hanya memiliki satu IMEI yang dikeluarkan oleh GSM Association.

Ketika ponsel hendak dipasarkan di Indonesia, nomor IMEI ini akan didaftarkan dalam Kemenperin untuk menjadi database.

Kemudian IMEI ini akan disandingkan dengan MSISDN atau nomor SIM Card yang berasal dari operator seluler. Ketika ponsel telah terhubung dengan jaringan operator, akan ada aplikasi yang memindai nomor IMEI pada ponsel dan mengecek keasliannya. Apabila nomor IMEI tidak terdaftar, maka koneksi jaringan dari layanan operator akan diputus oleh Kemenperin.

Ke depannya, Sobat Energi kalau mau beli ponsel lewat jalur legal saja ya, jangan melalui black market yang tidak direkomendasikan oleh pemerintah.

Related Articles

Back to top button