fbpx
Lewat ke baris perkakas
Pendidikan

Podcast Jadi Media Alternatif Pembelajaran di Masa Pandemi, Simak Sini

ENERGIBANGSA.ID (Semarang) – Selama masa pandemi Covid-19, proses kegiatan belajar mengajar yang biasa dilakukan di sekolah kini harus dilakukan secara daring. Salah satu kekurangan dari proses pembelajaran ini adalah siswa yang merasa tidak bisa memahami materi secara keseluruhan.

Selain itu, pengajar juga harus selalu memiliki cara baru agar siswa tidak merasa bosan dan juga dapat memahami materi secara mudah.

Salah satu cara alternatif yang bisa digunakan oleh tenaga pengajar adalah memanfaatkan podcast sebagai media pembelajaran. Selain karena saat ini podcast sedang naik daun, juga konten yang telah dibuat juga membuat siswa tidak merasa bosan pada saat melihat.

Alasan kenapa podcast

Seperti yang diungkapkan oleh Dr Xia Cui, seorang Producer of Podcast in Oz and This Teaching Life dan Pakar Pengajaran dan Pembelajaran University of Melbourne menyatakan jika podcast bisa dilakukan oleh orang, tidak memandang dari pekerjaan, gender dan usia.

Xia menuturkan jika untuk membuat konten podcast dibutuhkan tiga parameter utama. Dimulai dari konten yang berbobot, koneksi otentik antara pembawa acara dengan pendengar, dan konten berkelanjutan.

Xia juga menegaskan jika dari konten-konten yang dibuat dapat menghasilkan otentik yang natural. Selain hal tersebut, menjadi poin penting bagi tenaga pendidik untuk membuat podcast materinya terasa tidak membosankan.

Dapat mencegah kebosanan saat pembelajaran

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menyelingi materi dengan hiburan atau jokes ringan yang dapat mengurangi ketegangan siswa. Selain itu, jokes kecil maupun games yang diberikan juga dapat mengurangi rasa penat karena selama pandemi diharuskan berada di rumah.

“Salah satu hal yang menjadi problem terbesar, yang dihadapi hampir semua siswa di seluruh dunia saat ini adalah kurangnya koneksi dan hanya rasa kesepian,” kata Xia dalam lokakarya Universitas Islam Indonesia (UII) Learning Center, Ahad (27/9).

Kemudian dari pendengar yang dituju, jika itu adalah bisa dari kalangan mahasiswa, masyarakat, maupun staf kampus, maka konten yang dibuat harus diselaraskan dengan tujuan awal dari konten yang dibuat. Setelah itu baru memikirkan untuk judul sampul poster dan cara mengemas konten yang menarik minat.

Selain isi konten yang menarik, durasi konten yang dibuat juga memiliki pengaruh. 10-20 menit dirasa cukup, karena jika konten yang dibuat juga terlalu panjang dikhawatirkan akan membuat bosan dan malas untuk mendengarkan hingga akhir.

“Podcast tidak harus bertemu secara langsung di tempat yang sama, bisa juga berjauhan. Untuk itu, software wawancara yang dapat dipakai seperti perekam, studio, Zoom, panggilan telepon, atau Skype,” ungkap Xia.

Untuk proses pembuatannya, ruangan yang digunakan diusahakan pas dan tidak terdapat banyak gangguan suara dari luar, agar suara yang dihasilkan lebih enak didengar.

Xia mengatakan beberapa software yang dapat dimanfaatkan untuk membuat konten podcast direktori seperti iTunes, Stitcher, PodBean, Google Podcast, dan Spotify, sedangkan podcast promosi dapat menggunakan sosial media, blog, website, newsletter dan lain-lain.

Menjadi lebih menarik dan variatif

Drs Muhammad Bakr Muhlison, dosen dari Prodi Manajemen UII, merupakan salah satu tenaga pendidik yang memanfaatkan adanya podcast untuk mendukung proses pembelajaran. Walaupun diakuinya hal tersebut bukan perkara mudah, namun ia merasa tertarik untuk mempelajari lebih jauh agar materi yang diberikan menarik.

“Jujur saya baru mengenal podcast akhir-akhir ini, dan alhamdulillah langsung dapat materinya hari ini. Namun, saya perlu belajar lebih jauh lagi tentang podcast agar sistem pembelajaran kelas saya semakin beragam,” ujar Bakr.

[Tata/EB].

Related Articles

Back to top button