fbpx
Daerah

PNS Dapet Pulsa Gratis, Guru Honorer Dapet ini

ENERGIBANGSA.ID  (Bandung)– Beberapa waktu lalu pemerintah mengumumkan bahwa Pegawai Negeri Sipil (PNS) bakal mendapatkan bantuan pulsa sebesar Rp. 200 ribu per bulan pada awal 2021.

Rencana tersebut justru menuai protes dari seorang guru honorer di pelosok Cianjur.

Alasannya, mereka yang selama ini berjuang rela mengajar di tengah pandemi COVID-19 justru sama sekali belum pernah tersentuh bantuan apapun dari pemerintah.

Guru honorer asal SDN Jaya Mekar Desa Muara Cikadu Kecamatan Sindangbarang Kabupaten Cianjur, Dodi Riana mengaku sedih ketika mengetahui rencana pemerintah soal pulsa untuk PNS.

PNS

Ia menilai bahwa selama ini sebenarnya guru honorer lah yang lebih membutuhkan bantuan tersebut untuk melaksanakan proses belajar mengajar di tengah situasi pandemi.

“Sedih dan aneh. Kami juga bekerja keras di tengah pandemi ini. Tapi hanya PNS yang dapat bantuan pulsa. Dimana keadilan untuk guru honorer?” ucap dia, Senin (24/8/2020).

Ia mengungkapkan bahwa selama pandemi berlangsung, gaji bulanannya selalu habis untuk kebutuhan bahan bakar dan pulsa untuk menghampiri siswa yang tidak memiliki gawai.

Kini, dalam sebulan ia harus mengeluarkan paling tidak Rp. 220 ribu untuk internet dan pulsa, sedangkan bahan bakar membutuhkan sedikitnya Rp. 600 ribu per bulan.

Pengeluaran tersebut sangat menyesakkan mengingat gajinya hanya Rp.325 ribu per bulan.

“Bisa terbayang bagaimana sulitnya kami. Dengan Rp 1,3 juta per 4 bulan atau Rp 325 ribu per bulan harus mengajar di tengah COVID-19 ini. Dipotong kebutuhan pulsa dan juara saja sudah tinggal sisa Rp 100 ribu. Belum biaya bensin dan lainnya. Jadinya minus per bulannya,” ungkap dia.

Menurutnya, diluar sana masih banyak para guru honorer yang memiliki nasib lebih parah darinya.

Ia berharap pemerintah lebih memperhatikan nasib para guru honorer terlebih saat kondisi pandemi seperti sekarang.

“Jangan hanya PNS, perhatikan nasib kami para guru honorer. Kami hanya minta keadilan. Selama ini belum ada bantuan untuk kami,” pungkasnya.

Sekadar diketahui pemerintah merencanakan alokasi anggaran pulsa sebesar Rp 200.000 untuk seluruh PNS di semua kementerian/lembaga (K/L) atau tidak hanya berlaku bagi PNS di lingkungan Kementerian Keuangan saja.

Kebijakan ini direncanakan berlaku mulai awal tahun 2021. Tetapi kebijakan ini juga hanya berlaku untuk PNS atau tidak berlaku untuk tenaga honorer dan pegawai outsourcing yang ada di instansi pemerintah. (buddy/EB/detik).

Related Articles

Back to top button