Nasional

PMI Jateng Bangun Madrasah dengan Dana 1 M di Sigi

ENERGIBANGSA.ID – Banyak pihak yang membantu saat bencana terjadi di Palu, Donggala dan Sigi, Sulawesi Tengah, namun tak banyak yang memperhatikan bagaimana pemulihan pasca terjadinya bencana tersebut.

Kini tim energibangsa.id menyajikan bagaimana peran masyarakat melalui Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Tengah dalam membantu hal tersebut.

Perlu diketahui bahwasanya dampak bencana yang terjadi pada tahun lalu di Sulawesi Tengah masih terasa. Bagaimana tidak? Saat semua anak menikmati hari pertama di sekolah, warga Desa Mpanau, Biromaru, Kabupaten Sigi justeru belum memiliki bangunan sekolah.

PMI Jateng selain memberikan bantuan untuk pendirian tempat ibadah, juga menyalurkan bantuan untuk pembangunan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Alkhairaat Biromaru, Kabupaten Sigi. Pengurus Besar Alkhairaat Pusat KH. Mansur A Baba saat menyaksikan peletakan batu pertama, Kamis (25/7/2019) sampai tak kuasa menahan air mata atas kepedulian warga Jateng yang disalurkan melalui PMI Jateng.

“Alhamdulillah wa syukurillah, kami hanya bisa mengucapkan terimakasih dan mendoakan untuk masyarakat Jateng agar selalu diberi kesehatan dan berlimpah berkah, Amin,” kata Mansur dengan mata berkaca-kaca.

Peletakan batu pertama pembangunan dilakukan oleh Kepala Markas PMI Jateng Mu’rifah, Ketua PMI Sigi H. Agus Lamakarate, Pengurus Besar Alkhairaat Pusat KH. Mansur A Baba didampingi oleh Kepala Kemenag Kab. Sigi, Camat Biromaru dan tokoh masyarakat Desa Mpanau, Biromaru, Kabupaten Sigi.

Pada kesempatan tersebut Mu’rifah menyatakan, pihaknya hanya menyampaikan amanah agar saudara-saudara yang ada di Sigi bisa merasakan pendidikan dengan bangunan yang layak. “Bantuan ini merupakan amanah dari masyarakat Jawa Tengah, semoga bangunan ini bermanfaat untuk mendidik kader-kader penerus bangsa yang sholih-sholihah dan berilmu manfaat,” ujar Mu’rifah saat meletakkan batu pertama pembangunan MTs. Alkhairaat.

Sementara, Ketua PMI Sigi H. Agus Lamakarate mengungkapkan terima kasihnya atas bantuan berupa uang 1 Milyar untuk pembangunan gedung madrasah tersebut. Lebih lanjut ia menerangkan, pembangunan direncanakan dalam 3 bulan telah selesai.

“Bangunan yang dirancang ramah gempa ini, nantinya terdapat 4 ruang belajar yang dilengkapi alat pemadam api, wastafel, kamera pengawas, soundsystem, dan peralatan lainnya,” jelasnya. (*)

Related Articles

Back to top button