fbpx
Lewat ke baris perkakas
Daerah

PMI Banjarnegara Intensifkan Sosialisasi Protokol Kesehatan di Objek Wisata

BANJARNEGARA, energibangsa.id — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banjarnegara belakangan ini lebih mengoptimalkan dan mengintensifkan sosialisasi protokol kesehatan dan cegah Covid 19 di obyek wisata.

Salah satu yang menjadi sasaran utama adalah destinasi wisata Dataran Tinggi Dieng yang merupakan ikon wisata primadona “Bumi Gilar Gilar” dan menjadi magnet wisatawan baik domestik maupun luar negeri.

Ketua PMI Kabupaten Banjarnegara, Amalia Desiana berharap dengan optimalisasi sosialisasi protokol kesehatan, masyarakat tidak lupa dan selalu waspada bahwa Covid 19 masih ada. Bahkan semakin dekat dengan kita, jika tak waspada dengan mengikuti anjuran pemerintah.

Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) Banjarnegara Jawa Tengah sedang memberikan himbauan patuh terhadap protokol kesehatan kepada pengunjung Obyek Wisata Dieng, Minggu (11/10)/ Dok: Rifki

“Minimal kita harus sayang pada diri kita, yakni dengan selalu menerapkan protokol kesehatan setiap saat, terlebih jika keluar rumah,”  paparnya.

“Setelah kita menyayagi diri sendiri barulah kita sayangi keluarga dan kerabat serta teman teman kita untuk selalu ikuti anjuran pemerintah dan terpenting tidak bosan untuk lakukan gerakan 3 M (Memakai Masker, Mencuci tangan pakai sabun, Menjaga jarak),” ujarnya.

Humas PMI Banjarnegara, M. Alwan Rifai juga mengatakan, Relawan PMI tetap konsisten dan bergerak membantu pemerintah dalam mengatasi berbagai masalah sosial, termasuk kegiatan pencegahan Covid 19 yang sudah berjalan sejak Februari kemarin.

“Berbagai formula, upaya dan langkah nyata telah dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Covid 19. Ini seperti dengan penyemprotan disinfektan, sosialisasi, pembagian masker, edukasi masyarakat, penyebaran pamflet dan layanan psikososial covid”  ujarnya.

Sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terus dilakukan oleh PMI Banjarnegara dengan mengoptimalkan peran relawan, Tim Sibat di tingkat desa. Dan PMR juga bisa sebagai agen perubahan di sekolah sekaligus sebagai penanaman jiwa sosial kemanusiaan peduli sesama. (Rifki)

Related Articles

Back to top button