Kabar Indonesia

Pindah Ibukota, Ini Daftar Infrastruktur yang Akan Dibangun

ENERGIBANGSA.ID – Presiden Indonesia Joko Widodo dikabarkan telah menyetujui rencana pemindahan ibu kota negara. Kemarin, Mantan Gubernur DKI Jakarta ini telah meyepakati, memilih dan mengumumkan lokasi yang baru untuk ibu kota Indonesia.

Lokasi yang dipilih tersebut nantinya akan menggatikan Jakarta sebagai Ibukota Indonesia yang baru. Dari dua kandidat yang beberapa saat lalu ditetapkan, Pulau Kalimantan dan Sulawesi, Jokowi memilih salah satu daerah yang ada di Pulau Kalimantan.

Ibu kota dipindahkan ke tengah agar Indonesia-sentris, seimbang terhadap seluruh wilayah Indonesia. Atas dasar itulah Pulau Kalimantan akhirnya menjadi pilihan selain karena lahan yang luas dan relative aman bencana.

Berdasarkan perhitungan sementara, biaya pemindahan Ibukota ini ditaksir mencapai Rp 466 triliun. Anggaran tersebut akan dipenuhi dalam waktu 10 tahun melalui APBN, BUMN, hingga kerjasama dengan swasta.

Kendati begitu, pembangunan akan dilakukan mulai tahun depan. Adapun pengumuman daerah yang akan dipakai sebagai Ibukota Indonesia di Pulau Kalimantan baru dilakukan bulan Agustus mendatang.

Lantas, infrastruktur apa yang akan dibangun di Kalimantan dalam 10 tahun itu?

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/ Badan Perencana Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas) memaparkan beberapa sarana dan prasaran yang dibutuhkan di Ibu Kota Indonesia yang baru meliputi sarana utilitas, gedung perkantoran dan fasilitas publik.

[Baca juga : Ibu Kota Dipastikan Pindah, Warganet Setujukah? ]

Mengacu dokumen Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Bappenas yang diterima kumparan, terdapat 4 kawasan yang akan dibangun pemerintah dalam 10 tahun ke depan.

Dan berikut adalah 4 kawasan yang akan dibangun pemerintah dalam 10 tahun ke depan untuk Ibukota Indonesia yang baru :

Kawasan Pertama

Kawasan pertama merupakan area inti pusat pemerintahan. Lahan yang dialokasikan seluas 2.000 hektare (ha) akan dibangun infrastruktur untuk:

1. Istana Negara,

2. Kantor Lembaga Negara (Eksekutif, Legislatif, dan Yudikatif),

3. Taman Budaya,

4. Botanical Garden.

Kawasan Kedua

Di Kawasan kedua ini merupakan kawasan ibu kota negara. Di atas lahan seluas 40.000 hektare akan dibangun infrastruktur untuk:

1. Perumahan ASN/TNI/Polri,

2. Diplomatic Compound,

3. Fasilitas Pendidikan dan Kesehatan,

4. Universitas dan Science Techno Park,

5. Hi-Tech and Clean Industries,

6. Research and Development Center,

7. MICE/Convention Center,

8. Sport Center dan Museum,

9. Shopping Mall.

Kawasan Ketiga

Di atas lahas dengan luah sekitar 200.000 hektare akan dibangun Kawasan ketiga. Kawasan ini adalah perluasan ibu kota negara 1. Untuk infrastruktur akan dibangun sebagai berikut

1. National Park,

2. Konservasi Orang Utan atau Kebun Binatang,

3. Cluster Permukiman non-ASN,

4. Bandara,

5. Pelabuhan.

Kawasan Keempat

Kawasan keempat ialah perluasan ibu kota negara 2. Di atas lahan seluas 200.000 hektare akan dibangun infrastruktur untuk:

1. Daerah Metropolitan,

2. Pengembangan Terkait dengan Provinsi Sekitarnya.

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Danis Sumadilaga menjelaskan, bahwa pihaknya baru akan mendesain infrastruktur ibu kota baru ketika lokasinya sudah ditetapkan Jokowi di atas kertas.

Rencananya, proses desain dilakukan pada tahun depan. “”Ditargetkan tahun ini (penentuan lokasi). Kemudian kami baru menyiapkan,” katanya, sebagaimana dikutip energibangsa.id dari kumparan.com

Selain itu, Kementerian PPN/ Bappenas pun juga akan membentuk sebuah badan otorita yang akan bertugas untuk mempermudah manajeman aset dan pendanaan bagi proyek-proyek KPBU utilitas.

Meskipun demikian, dari informasi yang didapat tim energibangsa.id, pemindahan Ibukota hanya berkaitan dengan pemerintahan saja. Sesuai Janji Jokowi untuk pusat bisni akan tetap berada di Jakarta.

Begitu juga lembaga yang terkait ekonomi bisnis seperti Bank Indonesia, Otoritas Jasa keuangan (OJK) dan Badan koordinasi Penanaman Modal (BKPM) masih akan tetap berada di Indonesia.

Juga tidak diikutkannya pusat bisnis, pemindahan Ibukota akan membawa dampak positif bagi Pulau Kalimantan dari segi bisnis dan ekonomi.

Related Articles

Back to top button