fbpx
Kabar Daerah

Pimpin Kunjungan, Ketua Komisi A DPRD Jateng Apresiasi Mall Pelayanan Publik di Banyumas

BANYUMAS, energibangsa.id—Ketua Komisi A DPRD Provinsi Jateng Mohammad Saleh, ST, M.Eng memimpin kunjungan kerja ke Mall Pelayanan Publik (MPP) Banyumas, Kamis (04/03/2021).

Bang Saleh, panggilan akrabnya, didampingi anggota komisi serta Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Propinsi.

Dalam kunjungannya itu, Bang Saleh – sapaan akrabnya – mengapresiasi keberadaan MPP Banyumas yang dikoordinir oleh DPMPTSP Banyumas.

Membuka kran investasi

Saleh berharap, MPP dapat memberikan pelayanan terbaik untuk para investor agar investasi di Jateng tetap meningkat.

Hal itu, terutama mengingat saat ini sektor perekonomian masih lesu akibat pandemi Covid-19.

“Dirasa memang cukup sulit di tengah masa pandemi seperti ini. Namun, dengan apa yang kami lihat di pelayanan MPP Banyumas ini, kami tetap optimis, pertumbuhan investasi bisa meningkat,” katanya.

Ia menambahkan masih ada waktu bagi Jateng untuk melakukan pemulihan perekonomian pada 2020 dan 2021.

Yakni, dengan memberikan kemudahan berinvestasi di Jateng.

“Di Banyumas, Mal Pelayanan Publik sudah sangat bagus, bahkan lengkap. Semoga tidak hanya baiknya saja tetapi bisa memberikan akses kemudahan berinvestasi,” ujarnya.

Dorong bentuk MPP di daerah lain

Bang Saleh yang juga Politisi Partai Golkar itu meminta Kepala DPMPTSP Propinsi, agar segera mendorong daerah lainnya di Jateng untuk segera membentuk Mall Pelayanan Publik.

Pasalnya, fasilitas yang ada disana cukup memadai untuk meningkatkan pelayanan secara cepat dan efisien.

sementara itu, Kepala DPMPTSP Banyumas Amrin Makruf mengatakan MPP Banyumas didirikan sebagai upaya mewujudkan misi Bupati Banyumas Achmad Husein yakni menjadi barometer pelayanan publik di Banyumas.

“Saat ini sudah ada 26 instansi yang teragbung dalam MPP ini dengan 210 jenis layanan perijinan,” katanya

Seperti dijelaskan, investasi di Banyumas pada tahun 2020, realiasasinya mencapai Rp1,077 T dari target yang ditentukan Rp1, 07 T atau mencapai 101 persen.

Banyumas sendiri menarget RPJMD sebesar Rp260 M, dan itu sudah sangat terlampaui. Dijelaskan, sektor tersier seperti perdagangan, restoran, hotel, transportasi, telekomunikasi dan lainnya, mendominasi peningkatan investasi.

Dorong UMKM naik kelas

Amrin juga mengatakan MPP juga memberi ijin kepada ribuan UMKM agar mereka bisa menjual produknya dengan lebih baik.

Menurutnya, dengan memberikan ijin para pelaku UMKM dapat mengurus berbagai ijin hingga pengurusan kehalalan. Ijin itu juga membantu pemberian packing yang layak dalam rangka mewujudkannya UMKM naik kelas. (dd/EB)

Related Articles

Back to top button