Pilwalkot Surabaya
Ilustrasi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan (sebelah kiri) dan walikota Surabaya Tri Rismaharini (kanan) yang dulu diusung untuk menjadi walikota Surabaya. (sumber: tribun madura)
Daerah

Pilwalkot Surabaya, Tinggalkan Risma PDIP Usung Konsep Nasionalis-Religius?

0

ENERGIBANGSA.ID (Surabaya) – Menjelang Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Surabaya yang akan dilaksanakan pada akhir tahun ini, Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan belum juga memberi pengumuman mengenai calon wali kota Surabaya yang akan maju menggantikan Risma.

Mochtar W Oetomo selaku Direktur Surabaya Survei Center (SSC) melihat adanya kemungkinan jika PDI Perjuangan akan mengusung calon wali kota dengan latar belakang Nasionalis-Religius.

Ia mengatakan jika PDI Perjuangan memiliki keinginan untuk menjaga hubungan baik dengan Nahdlatul Ulama (NU).

“Jika dari prediksi saya, kekuatan dari nasionalis-religius lebih rasional, karena menjaga hubungan baik antara PDI Perjuangan dengan NU di Surabaya, termasuk di Jawa Timur,” ungkap Mochtar dilansir tim energibangsa.id dari detik.com

Rupannya Mochtar memiliki alasan di balik prediksinya. Mochtar melihat pada Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018, PDI Perjuangan mengusung calon Nasional-Religius (Saifullah Yusuf – Puti Guntur Soekarnoputri).

Melihat hal tersebut, ada kemungkian jika wali kota di Surabaya juga akan mengusung konsep yang sama.

“Kalau Dewan Pimpinan Pusat (DPP) prediksi saya, demi memberi ruang dan menghargai partai, arah rekomendasinya lebih ke Pak Whisnu. Nasionalis-Religius, itu lebih rasional,” ujar Mochtar.

Potret loyalis Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan dibawah arahan Megawati Soekarnoputri. (sumber:detik.com)

Namun, Mochtar menilai semua fraksi yang ada di PDI Perjuangan Surabaya saat ini memiliki saham besar ke DPP.

Fraksi Whisnu Sakti Buana memiliki kontribusi besar ke PDI Perjuangan jika dilihat dari kontribusi yang pernah diberikan sang ayah, Sutjipto kepada partai.

Fraksi Tri Rismaharini juga memiliki sumbangsih besar dengan membawa Kota Surabaya yang ia pimpin mendapat berbagai penghargaan hingga tingkat internasional.

Mochtar membeberkan, jalan tengah yang bisa diambil DPP PDI Perjuangan adalah menggabungkan fraksi Whisnu Sakti dengan faksi Risma. Namun tampaknya, jalan tengah itu tidak dapat diambil.

“Sebenarnya kan jalan tengahnya itu, tapi sepertinya kendala. Meski ada kabar Mbak Puti akan diusung, tapi berkali-kali beliau kan mengatakan tidak bersedia. Mbak Puti juga bisa jadi jalan tengah, tapi gimana kalau beliaunya memang tidak mau,” tutupnya (tata/EB)

Komentar Netizen
Bagikan, agar menjadi energi positif untuk orang lain

Jawab Tuduhan, Jubir Presiden : Aktor Digital Punya Peran Penting

Previous article

Islamofobia di Negara Paling Toleran, Ketua PP Muhammadiyah: Miris!

Next article

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Daerah