fbpx
Daerah

Pilkada di Masa Pandemi, Ganjar Usulkan Debat Digelar Virtual

ENERGIBANGSA.ID (Semarang) – Kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU), Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo meminta agar pelaksanaan debat kandidat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) digelar secara virtual.

Dia mengatakan itu usai mengikuti Rapat Koordinasi Khusus Tingkat Menteri yang dipimpin Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Hak Asasi Manusia melalui konferensi video, Rabu (9/9).

“Saya sih mengusulkan karena pendaftaran sudah. Mereka sekarang pemeriksaan kesehatan, kalau bisa nanti debat-debatnya enggak usah ada lah, virtual aja,” ungkap politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan.

Sebagai ganti, Politisi berusia 51 tahun ini mengusulkan, tahapan seperti penyampaian visi misi. Yang biasanya mengundang banyak massa dapat dilakukan dengan memaksimalkan media sosial atau elektronik.

Baca Juga : Bamsoet: Pilkada Jangan Sampai Jadi Klaster Baru Covid-19

Lebih lanjut, Ganjar juga bercerita terkait isi rapat bersama para menteri. Dalam rapat itu, pihaknya diingatkan untuk mempersiapkan Pilkada serentak dengan hati-hati.

“Sifatnya sebenarnya brief dan mengingatkan ya, agar tidak terjadi situasi yang nanti mempengaruhi kondisi kesehatan karena lagi pandemi,” kata Ganjar.

Adapun ketika ditanya soal persiapan Pilkada serentak dari 21 kota dan kabupaten di Jateng yang menggelar acara tersebut. Ganjar menyebut Kota Semarang harus lebih dicermati karena Zona Merah.

“Hari ini yang disebutkan oleh pusat hanya Kota Semarang kok, maka di Kota Semarang memang harus lebih ketat memberlakukan itu (protokol kesehatan),” ujarnya seperti dikutip tim energibangsa.id dari Kompas.com.

Ganjar Pranowo
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat ditemui wartawan. (sumber; Kompas.com)

Ganjar kemudian menyinggung kejadian di Boyolali di mana sempat muncul klaster dari pengawas Pemilu. Menurutnya, hal ini berbahaya bila tidak diinformasikan dan disiapkan secara baik.

“Nah ini kalau mereka tidak mendapatkan informasi yang baik, cara kerja yang baik, perlindungan peralatan atau alat pelindung diri (APD) yang baik, ini bahaya,” tegas Ganjar.

Diberitakan sebelumnya, sekitar 59 bakal calon kepala daerah yang mengikuti kontestasi Pilkada serentak 2020 pada 9 Desember 2020 di 21 provinsi diketahui terpapar COVID-19 saat menyerahkan dokumen pendaftaran diri yang salah satunya hasil uji tes SWAB kepada KPU.

Sementara untuk Provinsi Jateng sendiri, terdapat satu bakal calon kepala daerah yang terkonfirmasi COVID-19. Hal tersebut diketahui usai bakal calon kepala daerah itu menyerahkan hasil pemeriksaan PCR saat mendaftar ke KPU.

Kendati demikian, Ketua KPU Jateng, Yulianto Sudrajad, tidak menyebutkan secara detail identitas bakal calon kepala daerah yang dimaksud, dan pihaknya tetap memenuhi hak calon kepala dearah yang dimaksud untuk tetap mengikuti kontestasi tersebut. (Gilban/EB).

Related Articles

Back to top button