stadion jatidiri
BusinessEkonomiSports

Piala Dunia 2021 Juga Digelar di Semarang?

0

ENERGIBANGSA.ID – Sebagaimana diketahui bersama, Indonesia terpilih sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2021. Berdasarkan info yang didapat, ada sekitar 10 stadion yang ‘ditawarkan’ PSSI kepada FIFA.

Namun Iwan Budianto, mewakili PSSI mengatakan pihaknya tidak bisa memastikan stadion mana saja yang akan dipakai untuk Piala Dunia U-20 2021 di Indonesia.

“karena yang menentukan itu bukan PSSI tetapi FIFA,” ujar Iwan.

 Intinya PSSI sudah menyerahkan daftar 10 stadion kepada FIFA untuk menggelar pertandingan Piala Dunia U-20 2021

Daftar 10 stadion tersebut adalah : Stadion Utama Gelora Bung Karno (Jakarta), Stadion Pakansari (Bogor), Stadion Patriot (Bekasi), Stadion Wibawa Mukti (Cikarang), Stadion Gelora Bandung Lautan Api (Bandung), Stadion Si Jalak Harupat (Soreang), Stadion Manahan (Solo), Stadion Mandala Krida (Yogyakarta), Stadion Gelora Bung Tomo (Surabaya), Stadion Kapten I Wayan Dipta (Bali).

Dari 10 venue tersebut, PSSI memang sempat mengatakan maksimal hanya delapan venue stadion yang dipakai.

penampakan renovasi stadion jatidiri tahun 2019 lalu (foto: @acpgoodsense)

Meski begitu sepertinya FIFA hanya memilih enam stadion yang akan dipergunakan, namun belum diinfokan stadion mana saja yang disetujui FIFA tersebut.

Peluang Semarang

Banyak publik sepakbola Jawa Tengah yang menyayangkan ketimpangan pemilihan venue tersebut. Salah satunya adalah Muallif Ulil Misbakh, supporter PSIS Semarang.

Menurutnya Semarang sebagai ibukota provinsi Jawa Tengah seakan-akan diabaikan begitu saja dalam gelaran even sepakbola bergengsi di level dunia tersebut.

“di Jawa Barat jelas Bandung pasti dapat tempat, di Jawa Timur pasti Surabaya dapat jatah, giliran di Jawa Tengah kenapa Solo, bukan di Semarang? padahal ibukota Jateng itu Semarang,” ujarnya.

penampakan renovasi stadion jatidiri tahun 2019 lalu (foto: @acpgoodsense)

Setali tiga uang, Bayu Ardana, pemerhati sepakbola di Semarang juga menunjukkan data kelayakan Stadion Jatidiri Semarang sebagai venue gelaran Piala Duania U-20 itu dibanding Stadion Mandala Krida yang diusulkan PSSI.

“Jangan lihat dulu, tapi lihat sekarang, merujuk pada banyak data di berbagai media, pembangun Jatidiri sudah nyaris rampung, dan siap digunakan di 2021,” jelasnya.

Peran Pemkot

Erat kaitannya dengan hal tersebut, Dra. Ismiyatun, Pengamat Ekonomi Internasional, yang juga Kepala Prodi Hubungan Internasional UNWAHAS Semarang, menyebut bahwa peran Pemerintah Kota Semarang dalam mempromosikan Semarang sebagai venue even internasional perlu ditingkatkan.

“Pemkot Semarang pasti punya channel untuk menyampaikan itu ke PSSI pusat, harusnya begitu, karena Semarang ini kan wajah ibukota provinsi,” terangnya.

Merujuk data di google, luas Semarang sekitar 373,8 Km, sedangkan Solo 46,01 Km, secara fasilitas geografis dan infrastruktur Semarang lebih luas dan lebih lengkap.

“Apalagi di Semarang, ada dua kampus yang memiliki jurusan Hubungan Internasional di Semarang, yakni UNDIP dan UNWAHAS, mereka bisa dimaksimalkan dengan menjadi commite atau volunteer even internasional itu,” tandasnya.

Ismiyatun meyakini pasti ada cara bagaimana berdiplomasi dan negosiasi antara Pemkot Semarang untuk meyakinkan PSSI dalam pengajuan ulang venue dengan FIFA.

“ingat Semarang adalah ibukota Jateng, even ini juga pastinya mendatangkan banyak profit dan keuntungan bagi warga Semarang,” ujarnya.

“semua wisata, mulai kuliner, hotel, oleh-oleh, transportasi pastinya akan semakin laris,” lanjutnya.

Perbandingan Kemegahan Jatidiri dan Mahanan

Dilansir dari SemarangInside bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah merenovasi Stadion Jatidiri Semarang sejak tahun 2016, dan saat ini renovasi telah mencapai lebih dari 85%.

Total anggaran yang digelontorkan pun terbilang wah, mencapai Rp 285,8 miliar dari APBD Jawa Tengah.

Rinciannya, berturut-turut dari tahun anggaran 2016-2019, Rp 22 miliar, Rp 40 miliar, Rp 84 miliar dan 139,8 miliar.

penampakan renovasi stadion jatidiri tahun 2019 lalu (foto: @acpgoodsense)

Sinoeng Rachmadi Nugroho, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata (Disporapar) Pemprov Jawa Tengah, menjelaskan anggaran tahun ini digunakan untuk membangun tribun berkapasitas 30 ribu penonton, 8 track lintasan atletik, landscpe, dan spaceframe.

Sinoeng juga menyebutkan, Stadion Jatidiri Semarang ini, akan dilengkapi dengan pencahayaan standar internasional, baik di dalam maupun di luar stadion.

Daya lampu 1800KVA dan telah diback up dengan genset berkapasitas besar. Sistem parkir menggunakan kartu digital, rumput yang akan digunakan di Stadion Jatidiri itu, merupakan rumput khusus, jenis zoysia japonica, yang disebut-sebut sebagai rumput terbaik standar FIFA.

Stadion Jatidiri juga dibangun dengan standar internasional dan nantinya juga ada sertifikasi kelas satu, sehingga material yang digunakan semuanya juga kelas satu.

“Awal 2020 akan dilakukan sertifikasi oleh PSSI sehingga bisa digunakan untuk ajang resmi dan berskala besar,” kata Sinoeng menjelaskan.

Lalu bagaimana dengan Stadion Manahan Solo? Renovasi Stadion Manahan Solo sudah selesai akhir tahun 2019, sekarang hanya tinggal penyempurnaan di bagian atletik yang ada genangan.

Renovasi Stadion Manahan Solo sudah selesai dan siap dijadikan venue pertandingan Piala Dunia U-20 2021. (Foto: Antara)

Renovasi Stadion Manahan menggunakan anggaran APBN melalui Kementerian PUPR senilai sekitar Rp 317 miliar.

Sesuai desain, fasilitas yang dimiliki stadion kebanggaan Wong Solo ini nantinya hampir mirip dengan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

Bedanya, hanya di kapasitas. Jika GBK mencapai 70 ribu, manahan hanya 20 ribu penonton dengan single seat.

stadion Manahan saat ini

Kalau menurut sobat energi, manakah yang lebih layak diajukan PSSI sebagai venue Piala Dunia 2021 nanti, Manahan Solo atau Jatidiri Semarang?

Komentar Netizen
Bagikan, agar menjadi energi positif untuk orang lain

Mengenang Emanuel De Porras, Legenda yang Ingin Latih PSIS Semarang

Previous article

Warga Semarang Ini Temukan Uang di ATM BCA dan Mengembalikan pada Pemiliknya, Bukti Kebaikan Masih Ada

Next article

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Business