jateng capai ekspor
Energi MudaKabar Indonesia

Petani Milenial di Jawa Tengah Tingkatkan Hasil Produksi Ekspor

0

ENERGIBANGSA.ID – Generasi Milenial merupakan generasi muda yang dibutuhkan untuk mendongkrak permasalahan yang sedang di hadapi di Indonesia dengan mengambil jalan keluar menggunakan inovasi-inovasi baru.

Apalagi sekarang generasi milenial sudah mendominasi ke berbagai bidang, salah satunya yang ada di Jawa Tengah. Sepertiga petaninya sekitar 33,7 persen dari 2,88 juta merupakan generasi milenial.

Ini sangat membantu untuk menciptakan sebuah inovasi dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi pangan, hortikultura dan hasil yang didapatkan dari perkebunan.

Percaya atau tidak? Sebenarnya Indonesia perlu melibatkan generasi milenial khususnya dibidang pertanian untuk mengembangkan ide-ide kreativitas tinggi yang dimiliki menjadi lebih modernisasi dengan melihat dampak yang akan terjadi. Apalagi jaman sekarang sudah banyak prestasi yang ditorehkan oleh generasi ini.

Generasi Milenial mampu memanfaatkan apa yang ada di lingkungan di sekitar dengan melihat permasalahan yang sedang diterjadi misalnya seperti bagaimana cara menanam tanaman apa yang cocok untuk di lahan yang kecil, bagaimana cara menjaga kualitas yang baik untuk tanaman dan masih banyak yang lainnya.

Jarang diketahui, bahwa hasil pertanian dan perkebunan yang ditanam sudah merambah pada pasar internasional dan di ekspor pada beberapa negara seperti petai, kedelai, edamame, jengkol,kapulaga, kacang-kacangan, daun kelor, beras hitam, daun cincau, gula merah dan margarin yang semuanya berasal dari Jawa Tengah.

Namun di antara semuanya, yang paling diminati adalah kopi. Bahkan juga mengekspor sarang burung wallet yang mencapai rp 4,2 milliar.

Menanggapai hal tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengambil langkah untuk berinovasi dengan menerbitkan kebijakan, e-sertifikat ekspor dan meningkatkan kapasitas SDM pada petani milenial mulai dari beberapa kelompok petani muda sampai pesantren dengan berbagai pelatihan mulai dari penanaman sampai penjualan untuk meminimalisirkan kesalahan dengan memperhatikan kualitas produk.

Ganjar berharap bahwa dengan adanya peningkatan SDM ini sebagai langkah awal untuk mengejar negara lain dalam sektor pertanian apalagi Indonesia tingkat modernisasi pertaniannya baru mencapai 2,15%.

Modernisasi pertanian lebih efektif yang memanfaatkan tingginya inovasi dan pengunaan benih unggul oleh petani milenial bagian produksi menjadi meningkat dari 9,8 juta ton menjadi 9,11 juta ton bahkan gabah yang awalnya hanya 5,4 ton juga menjadi 5,8 ton per hektar.

Dilansir dari sindonews.com Suryo Banendro selaku Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan mengatakan bahwa kehadiran petani milenial memang cukup terbukti untuk dapat mendorong komoditas pertanian di jawa Tengah bisa bersaing di Pasar Internasional dan generasi milenial sangat berdampak positif dengan penerapan sistem pertanian.

Semoga generasi milenial tidak hanya merambah dalam sektor pertanian saja, namun juga pada sektor-sektor lain karena bagaimanapun generasi milenial sangat membantu dan mendorong munculnya perubahan kualitas dan kuantitas menjadi lebih baik

Komentar Netizen
Bagikan, agar menjadi energi positif untuk orang lain

Hentikan Perdagangan Daging Anjing, Pemprov Jawa Tengah Ambil Langkah Tegas

Previous article

Bingung Mau Kasih Hadiah Anniversary, Kaktus Cantik Ini Bisa Jadi Opsi

Next article

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Energi Muda