fbpx
Kabar Indonesia

Peserta MTQ Diminta Buka Cadar, Begini Klarifikasinya

ENERGIBANGSA.ID – Dewan hakim dalam kegiatan MTQ mengaku khilaf ketika meminta pesertanya membuka cadar. Klarifikasi ini telah diterima Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Labuhanbatu Utara (Labura), Muhammad Yusuf Tanjung.

“Ada klarifikasi dari dewan pengawas dewan hakim. ‘Memohon lah kami ustaz suruh lah peserta ustaz itu tampil lagi. Kapan dia mau, mau pagi ini, mau nanti malam, mau besok pagi nggak ada masalah. Mengaku salah lah kami dewan hakim, ternyata yang kami lakukan tadi khilaf. Karena peraturan ini secara nasional, tapi tidak ada secara tertulis’, kata beliau ke kita,” kata Yusuf, Kamis (10/9).

Peserta yang diminta membuka cadar merupakan  perwakilan Kabupaten Labuhanbatu Utara bernama Muyyassaroh.

Muyyassaroh diminta membuka cadar saat berada dalam bilik kegiatan MTQ. Dia yang menolak kemudian meninggalkan kegiatan dan didiskualifikasi.

Kembali ke Yusuf, dia mengaku tidak mendapatkan informasi sejak awal terkait pemeriksaan peserta yang bercadar. Dia mengaku mendapatkan informasi setelah Muyyassaroh meninggalkan lokasi kegiatan.

“Kita minta kalau memang ada komunikasi dari awal, istilahnya diperiksa dulu di ruangan tertentu oleh dewan hakim perempuan, dimasukkan lagi ke arena dengan pakai cadar kita sepakat. Dari awal ini gak ada komunikasi dari dewan hakim ke kita. Sehingga ketika dia pulang, baru kita dapat informasi sebagai ketua LPTQ, kita dapat informasi dari dewan hakim,” ujarnya.

Yusuf mengatakan pihaknya sudah meminta Muyyassaroh untuk kembali mengikuti kegiatan. Namun Muyyassaroh menolak dengan alasan diminta untuk membuka cadar.

“Sehingga kita hubungi lagi ini Muyyassaroh, dia sudah berada di ujung tol Medan, dekat ke Amplas. Karena sudah sempat dia naik ke panggung dan disuruh buka cadar dia tidak siap, dia bilang saya tidak siap lebih baik saya didiskualifikasi daripada buka cadar, langsung dia bilang,” tuturnya.

Yusuf menjelaskan kakak Muyyassaroh juga merupakan peserta di MTQ. Meski juga menggunakan cadar, kakak dari Muyyassaroh ini bisa tetap mengikuti kegiatan MTQ.

“Kakaknya Muhajiroh, tadi tampil kakaknya tafsir bahasa Inggris. Pakai cadar, setelah kita komplain sama dewan hakim, diberlakukan lah peraturan itu (boleh menggunakan cadar dengan diperiksa oleh dewan hakim perempuan terlebih dahulu),” jelasnya.

Meski Muyyassaroh pulang karena didiskualifikasi, kata Yusuf, kakaknya tetap tampil dengan baik saat kegiatan.

“Alhamdulillah, karena kita telepon juga kakaknya, mohon jangan kakak down. ‘Siap ustaz, kalau masalah itu Insya Allah. Karena nggak mungkin kita hubungkan kejadian adek saya seperti itu dengan saya yang harus tampil. Karena kita harus profesional juga ustaz’,” jelasnya.

Sebelumnya, video saat Muyyassaroh diminta membuka cadar saat mengikuti MTQ viral di media sosial. Panitia kegiatan mengatakan terjadi kesalahpahaman saat kejadian itu.

“Membuka cadar sebagai antisipasi kecurangan memang diterapkan di level nasional. Tetapi, di Sumut, kita sudah lakukan penyesuaian dengan ketentuan sebelum tampil kita periksa terlebih dahulu. Kejadian saat itu murni kesalahpahaman lantaran saat itu dewan hakim yang bertugas memang berasal dari pusat,” ujar Ketua Panitia Pelaksana MTQ Palid Muda Harahap dalam keterangan tertulis, Rabu (9/9). (Sasa/EB/detik)

Related Articles

Back to top button