fbpx
Nasional

Perumus Sebut Kurikulum 2013 Masih Relevan Sampai 2045

ENERGIBANGSA.ID – Said Hamid Hasan, Ketua Tim Perumus dan Pengembang Kurikulum 2013 menuturkan jika Kurikulum 2013 yang semula dibentuk dengan tujuan untuk menjadi landasan pengembangan pendidikan hingga tahun 2045, mengusulkan untuk adanya evaluasi Kurikulum 2013.

Hal ini dilakukan dengan pertimbangan adanya kurikulum baru yang tengah dirancang oleh Mendikbud Nadiem Makarim. Seperti yang diketahui, saat ini Nadiem Makarim sedang merancang kurikulum baru yang rencananya akan mulai diuji coba pada tahun depan.

“Sebenarnya Kurikulum 2013 telah dibentuk untuk antisipasi kehidupan bangsa hingga 2045, karena itulah maka sudah dirancang mengenai kemampuan berpikir abad 21. Tapi karena tidak adanya pelatihan guru dengan baik, maka implementasinya masih sulit,” ujarnya.

Menurut Said, implementasi Kurikulum 2013 mengalami kendala karena pelatihan yang diberikan untuk guru kurang maksimal. Ia bercerita sering mendapati guru yang tidak memahami cara untuk menerjemahkan kurikulum dalam pembelajaran sehari-hari.

Said sendiri mengaku pihaknya tidak dilibatkan dalam pelatihan Kurikulum 2013 kepada guru. Menurutnya pelatihan guru seharusnya dilakukan oleh pihak yang mengerti seluruh esensi dari kurikulum tersebut. Karena hal tersebut, Said mengatakan jika evaluasi dan melakukan perbaikan pada Kurikulum 2013 lebih tepat untuk dilakukan.

Ia juga mengatakan untuk membentuk sebuah kurikulum baru membutuhkan kurun waktu yang lama dan kajian yang mendalam. Ketika pihaknya diminta membentuk Kurikulum 2013, Said membutuhkan waktu empat tahun. Diskusi awal dimulai tahun 2010, kemudian kurikulum baru diluncurkan pada 2013. Sedangkan implementasinya hingga kini belum merata di seluruh sekolah.

“Itu (evaluasi) langkah paling baik. Kita lihat kelemahannya pada implementasi. Saya pergi ke sekolah SD di Subang, itu masih dekat Jakarta. Ada SD negeri yang gurunya cuma satu. Belum lagi di daerah lain. Itu kan jadi persoalan,” ujarnya.

Dalam waktu empat tahun tersebut, banyak hal yang dipertimbangkan tim perumus kurikulum. Ia menjelaskan bahwa diskusi dimulai dari ide pokok siswa yang ingin dihasilkan dari sistem pendidikan nasional.

Ini termasuk mempertimbangkan kemampuan yang harus dikuasai siswa sekarang hingga 12 tahun ke depan. Kemudian tim perumus harus mengevaluasi kendala dan kekurangan kurikulum sebelumnya untuk dijadikan acuan.

Rencana penerapan kurikulum baru disampaikan Mendikbud Nadiem Makarim tak sampai setahun dirinya menjabat. Perubahan kurikulum sendiri merupakan mandat langsung dari Presiden Joko Widodo.

Nadiem mengatakan pihaknya berencana menguji coba kurikulum baru tahun depan. Kurikulum baru akan diluncurkan Maret 2021, dan targetnya akan diimplementasi secara bertahap tahun ajaran 2021/2022.

Hal ini menuai kritik dari kalangan guru. Wakil Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia Satriwan Salim menilai Nadiem terburu-buru mengubah kurikulum. Padahal belum semua sekolah sudah menerapkan Kurikulum 2013.

“Tahun 2020 itu target Kemendikbud menggunakan kurikulum 2013 di seluruh Indonesia. Faktanya 2019 itu masih banyak guru yang belum terapkan Kurikulum 2013. Bahkan banyak sekolah yang baru mulai menerapkan di tahun 2019 dan 2020,” katanya mengutip dari CNNIndonesia.com, Senin (7/9).

Pada kurikulum baru, Kemendikbud mengharapkan guru bisa mengajar siswa sesuai kemampuan. Jadi, guru harus mengidentifikasi setiap siswa dan memberi materi sesuai kemampuan mereka.

Related Articles

Back to top button