fbpx
Ekonomi & Bisnis

Pertemukan OJK dan Pelaku Ekonomi Kreatif, Mawahib: Buka Jalur Permodalan untuk UMKM

SEMARANG, ENERGIBANGSA.ID – Selama ini permodalan selalu menjadi alasan klasik bagi para pelaku UMKM.

Untuk expand, UMKM selalu mengalami kendala permodalan, pengajuan kredit ke Bank juga rata-rata tidak masuk kualifikasi bankable.

Keresahan para pelaku usaha mikro itulah yang direspon oleh H. Mawahib Afkar, Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jateng yang kemudian mempertemukan OJK dengan para pelaku bisnis mikro terkait SCF (Security Crowd Funding).

“hari ini saya kumpulkan rekan-rekan dari berbagai kalangan, ada Pengurus Ikatan Alumni Madrasah TBS, pengurus Ikatan Alumni Madrasah Qudsiyyah, Ketua Ansor, dan macem-macem lah, tujuannya agar mereka menjadi penggerak roda ekonomi,” ujar politisi Partai Golkar itu pada Jumat 20/3 di Banaran Coffe Semarang.

Peluang UMKM Berkembang

Mawahib menyebut bahwa membangun kredibilitas dan pendalaman pasar modal merupakan kunci utama untuk mewujudkan industri pasar modal Indonesia yang berdaya saing tinggi dan kontributif.

Menurut Sekretaris DPD Partai Golkar Kab Kudus itu. momen ini adalah peluang bagus untuk menggerakkan kembali ekonomi Indonesia yang sempat lesu karena pandemi.

“jadi rekan-rekan pelaku usaha yang mau memperluas skala bisnisnya dan butuh modal tinggal mendaftarkan saja untuk bergabung dan membuka saham untuk pasar, istilahnya IPO,” terangnya.

“syarat-syaratnya bagaimana, silahkan ditanyakan sendiri dengan OJK, nanti akan didampingi dan dipandu oleh OJK untuk dihubungkan dengan penyelenggara penggalangan modal (crowd funding), di sana saya hanya peracik (acara) saja,” ujarnya merendah.

Pertemukan OJK dan Pelaku Ekonomi Kreatif, Mawahib: Buka Jalur Permodalan untuk UMKM
H. Mawahib bersama pengurus Ikatan Alumni Qudsiyyah saat di kantor OJK Regional Jateng DIY (doc energibangsa.id)

Crowd Funding

Di kota-kota besar, permodalan dengan skema patungan atawa crowdfunding cukup diminati. Dinamika ini yang mendorong Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menyempurnakan dan akhirnya mensosialisasikan peraturan terkait hal tersebut.

Mengutip dari CNN, Akhir tahun lalu, OJK merilis Peraturan OJK, POJK 57/2020 tentang Penawaran EFek Melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi, yang lazim disebut Financial Technology.

Peraturan ini menggantikan POJK 37/2018 yang semula hanya mengatur layanan crowdfunding berbasis saham dan saham syariah.

Lalu apa saja syarat dan bagaimana caranya? Berikut ulasannya:

Syarat Masuk Pasar Modal

1. Berbadan Hukum

Luthfy mengatakan syarat utama bagi UMKM bisa menerbitkan saham dan surat utang di pasar modal adalah berbadan hukum. Boleh berupa perseroan terbatas (PT), koperasi, CV, firma, hingga persekutuan perdata.

“Tapi ini dilarang merupakan badan usaha yang dikendalikan baik langsung maupun tidak langsung oleh suatu kelompok usaha atau konglomerasi,” jelasnya.

2. Kekayaan Kurang dari Rp10 Miliar

UMKM yang sudah memiliki legalitas bentuk usaha atau badan hukum selanjutnya perlu memenuhi syarat minimal kekayaan bersih kurang atau sama dengan Rp10 miliar. Nilai kekayaan ini tidak termasuk taah dan bangunan tempat usaha.

3. Proyek

UMKM perlu menjelaskan apa proyek atau usaha yang tengah dijalankan. Begitu juga dengan rekanan proyek tersebut, nilainya, dan rincian lainnya ke publik.

“Proyeknya dari siapa? Misalnya dari pemerintah daerah, SPK-nya sudah ada atau belum? Itu nanti bagian yang disampaikan,” ujarnya.

Selain itu, perlu juga menyampaikan soal rencana bisnis, proyeksi pendapatan, hingga laporan keuangan dengan standar akuntansi. Laporan ini perlu dibagikan ke penerbit saham, penerbit EBUS, dan insidentil.

“Laporan disampaikan kepada penyelenggara dan dimuat dan situs web penyelenggara. Jadi tidak ke OJK,” tuturnya.

Pertemukan OJK dan Pelaku Ekonomi Kreatif, Mawahib: Buka Jalur Permodalan untuk UMKM
H. Mawahib Afkar membuka ruang diskusi dengan OJK dengan beberapa organisasi masyarakat dan pelaku usaha mikro (doc energibangsa.id)

“Untuk itu kami lakukan terobosan penawaran efek melalui layanan urun dana berbasis teknologi atau security crowdfunding yang diluncurkan tahun ini,” kata Bani dalam pertemuan tersebut.

Hadirnya SCF akan memberikan alternatif sumber pendanaan yang cepat, mudah dan murah bagi generasi muda dan UKM yang dianggap belum memenuhi kriteria bankable, untuk mengembangkan usahanya. Khususnya bagi UKM mitra pemerintah.

Ke depan, dengan berkolaborasi dengan pemerintah, SCF akan menyediakan pendanaan bagi UMKM penyedia barang dan jasa pemerintah yang potensinya cukup besar.

“Keberadaan instrumen ini dapat dimanfaatkan sebagai alternatif portofolio investasi investor muda. Masyarakat yang tertahan konsumsinya, akan didorong berinvestasi di platform ini yang mudah dan risikonya relatif kecil,” tuturnya.

Wahh.. semoga dengan adanya program SCF ini kesehatan pulih, ekonomi bangkit ya sobat energi. (dd/EB)

Related Articles

Back to top button