bumdes
Sejumlah pemuda pegawai BUMDes sedang menunjukkan proses pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM). FOTO/iNews/EDDIE PRAYITNO
BusinessInspirasi Bangsa

Pertama di Jawa Tengah, BUMDes Penanggulan Pegandon Kendal Produksi BBM dari Sampah

0

ENERGI BANGSA.ID – Limbah Plastik menjadi masalah terbesar saat ini untuk diatasi, namun warga di Desa Penanggulan Kecamatan Pegandong Kendal justru memiliki inisiatif mengolah sampah plastik yang melimpah di sekitar daerah tersebut menjadi bahan bakar minyak.

Melimpahnya sampah plastik yang membuat pencemaran lingkungan menjadi salah satu perhatian serius oleh pemkab Kendal. Masyarakat yang masih kurang tingkat kesadarannya untuk menjaga keasrian lingkungan perlu sosialisasi lebih mendalam akan pentingnya kesehatan lingkungan di daerahnya.

Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) di Desa Penanggulan Kecamatan Pegandon Kendal kini mengelola sampah plastik yang ada di desanya dengan memanfaatkan menjadi bahan bakar minyak dan juga diolah menjadi pupuk organik cair. Bahkan warga desa di sana menerima sampah plastik dari desa tetangga untuk didaur kembali.

Daerah-daerah lain di Kendal kini perlu meniru Badan Usaha Milik Desa di Penanggulan yang kerap kali masyarakatnya membuah sampah sembarangan begitu saja mencemari lingkungan, sekarang justru dapat mendatangkan peluang pemasukan desa.

Direktur BUMDes Penanggulan, Hasanudin mengatakan bahwa proses berdirinya BUMDes membutuh waktu lama, sekitar tiga tahun untuk membangun tempat pengolahan sampah termasuk pengadaan mesin pengolah sampah menjadi bahan bakar minyak atau pupuk organik cair.

“Saat ini BUMDes Penanggulan sudah memiliki lima mesin pengolahan sampah,” kata Hasanudin, melansir dari sindonews.com

Kepala Desa Penanggulan Ria Setyaningsih menyebutkan pengelolaan sampah plastik untuk diolah menjadi bahan bakar minyak dan pupuk organik merupakan pertama dan satu-atunya di Jawa Tengah.

Ria Setyaningsih juga mengatakan, pendirian BUMDes berawal dari banyaknya keluhan warga terkait sampah yang membua bau tak sedap. Dari situ kemudian tercetus ide untuk mengolah sampah menjadi produk bermanfaat. Sampah plastik diolah menjadi bahan bakar minyak, seperti bensin, solar, dan minyak tanah.

“Sampah plastik seberat satu kilogram bisa menghasilkan bahan bakar minyak sebanyak 0,8 liter. untuk pengolahannya sendiri membutuhkan waktu antara tiga sampai empat jam,” kata Ria Setyaningsih, dari media yang sama.

Diharapkan dengan berdirinya Bumdes ini target dalam satu hari bisa memproduksi BBM 100 liter, untuk itulah pengelola menerima sampah dari desa tetangga sebagai bahan baku agar target produksi bisa dicapai.

Bumdes Penanggulan menjadi contoh yang dapat memacu desa-desa lain untuk ikut berinovasi menangani masalah pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh limbah plastik.

Komentar Netizen
Bagikan, agar menjadi energi positif untuk orang lain
Praktisi komunikasi bisnis digital, study at Dian Nuswantoro University

Respon Lucu Warganet pada ‘Buroq’, Dikira Ojek Online ke Surga Hingga Sidrotul Muntaha

Previous article

Solusi Macet Paling Syariah, Naiklah Ojek Buroq!

Next article

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Business