Ekonomi & Bisnis

Persebaya Bisa Untung 25 Milyar Hanya dari Tiket, Begini Caranya

ENERGIBANGSA.ID – Sepakbola liga Indonesia sudah masuk era industri sejak sekitar sepuluh tahun yang lalu, dimana klub sepakbola di Kabupaten / Kota tidak boleh menggunakan dana ABPD. Lantas bagaimana klub bola bisa menghidupi dirinya?

Berbekal basis supporter fanatik dan sponsor swasta, klub bola disetiap kota diharapkan tetap berjalan melalui jalur swadaya. Namun tidak banyak klub yang bisa meng-kapitalisasi supporternya, dampaknya tidak banyak klub yang bisa mendapatkan sponsor.

Persebaya, sebuah klub bola yang memiliki nama besar dan sejarah panjang di liga Indonesia adalah satu dari beberapa tim bola Indonesia yang berhasil berjalan di jalur swasta.

Tahun lalu, Persebaya Surabaya berhasil meraup angka tunai yang mencapai 25 milyar dari hasil penjualan tiket kandang di sepanjang Liga 1 2018. Sebenarnya capaian angka itu tidak terlalu mengagetkan, karena jika ditotal, jumlah tiket di laga home Persebaya pasti lebih 500.000 tiket terjual dalam semusim.

Dari kalkulasi tim energibangsa.id berdasarkan data jawapos.com, dalam setiap pertandingan Persebaya, jumlah penonton laga home Persebaya musim 2018 kemarin adalah 485.104 penonton. Sedangkan rata-rata penonton setiap pertandingan kandang Persebaya mencapai 28.535 penonton.

Hal ini juga didukung fanatisme dan loyalitas supporter Persebaya yang luar biasa, sehingga jumlah tiket di laga kandang tidak pernah kurang dari 10.000 lembar tiket laku terjual.

Persebaya mencatat empat kali full house, saat melawan Arema FC, PSIS Semarang, Persib Bandung, dan Persija Jakarta. Dalam empat pertandingan itu masing-masing dihadiri oleh 50.000 supporter di stadion.

Penjualan tiket terendah terjadi pada laga melawan PSMS Medan. Pertandingan itu (hanya) ditonton 10.426 orang.

Jumlah Penonton Laga Kandang Persebaya:
Persebaya vs Perseru: 25.000 
Persebaya vs Barito Putera: 30.000
Persebaya vs Sriwijaya FC: 35.000
Persebaya vs Arema: 50.000
Persebaya vs Persipura: 21.000
Persebaya vs Bali United: 27.325
Persebaya vs PSMS: 10.426
Persebaya vs Persib: 50.000
Persebaya vs Persela: 23.165
Persebaya vs PS Tira: 21.327
Persebaya vs Mitra Kukar: 11.927
Persebaya vs Borneo FC: 12.153
Persebaya vs Madura United: 14.827
Persebaya vs Persija: 50.000
Persebaya vs PSM: 33.927
Persebaya vs Bhayangkara FC: 19.027
Persebaya vs PSIS: 50.000

Dari hasil jualan tiket saja, mari kita hitung berapa keuntungan kotor yang diperoleh Persebaya ini? Tiket laga kandang Persebaya dilepas dalam dua kategori. Kategori ‘fans’ dijual dengan tarif Rp 50.000,-. Sedangkan kategori ‘superfans’ dijual seharga Rp 250.000,-.

Jika nomimal di atas dipukul rata dengan asumsi seluruh tiket Persebaya dihargai dengan tiket terendah, yakni Rp 50.000 dan dikalikan jumlah penonton yang hadir di stadion kadang, yakni sekitar 490.000 jiwa, maka pendapatan kotor yang diperoleh Persebaya dari penjualan tiket selama semusim sekitar Rp 24,5 miliar.

Jumlah tersebut masih sangat bisa bertambah. Sebab, Persebaya juga menyediakan 3.500 slot tiket untuk penonton dalam kategori ‘superfans’. Namun tim energibangsa.id belum mendapatkan data valid terkait jumlah akumulasi penjualan tiket di kategori ini.

Jadi, secara hitungan kotor, dengan fanatisme supporter yang seperti ini, Persebaya bisa meraih untung sekitar 25 milyar per musim dari hasil jualan tiket saja.

Tapi itu masih kotor ya, sobat energi bangsa… karena hitungan di atas belum dikurangi biaya sewa stadion, yang tahun lalu (hanya) ditarif Rp 30 juta. Nah, di raperda retribusi yang kini sedang digodok DPRD Surabaya, tarifnya dinaikkan jadi hampir setengah miliar, atau tepatnya Rp 444,6 juta. per hari.

Jadi, bagaimana kesimpulannya? apakah Persebaya masih bisa untung besar? loyalitas supporter adalah kunci sukses sebuah klub bola di seluruh dunia. Apalagi dengan dukungan fanatisme Bonek yang jumlahnya semakin tahun semakin banyak.

Kalau dipikir secara sederhana saja, Klub sebesar Persebaya ini mustahil tidak memiliki sponsor. Bagaimana jika jumlah penjulan tiket ditambah dengan sponsor? pastinya lebih banyak lagi. Apalagi jika Persebaya mau membangun stadion sendiri, tentunya dengan sokongan dana dari sponsor, misalkan Stadion Gelora Kapal Api, tentunya ini masih bisa diupayakan.

Kami yakin tim ini bisa menjadi tim kaya raya asalkan semua elemen ini berfikir positif, dan tim manajemen bisa mengatur keuangan, mengolah sisi emosional supporter dengan sangat baik. Persebaya akan menjadi salah satu tim kaya Indonesia. Yuk, optimis! karena Persebaya juga merupakan energi bangsa di bidang Sepakbola.

Related Articles

Back to top button