Essai

Sebaiknya Anak-Anak Tidak Diajak Nonton Gundala, Ini Alasannya

Sering kali ketika di Bioskop pasti menjumpai rombongan keluarga yang juga memesen tiket film lalu menonton bersama. (terus apa yang salah?) jawabnya sih gak ada. Tapi huft.. bawa keluarga sih bawa keluarga tapi gak gitu juga kali.

 Ya biasanya anak –anak dibawa oleh orangtua untuk ikut nonton film, namun Parahnya nih ya salah satu King of street ini alias makhluk yang sering kali sen kanan tapi belok kiri begitu juga sebaliknya, sebut saja namanya Mawar.

Mawar ini selalu membawa pangeran jalanan (sebagai Raja anaknya disebut pangeran dong) .jadi dibawalah pangeran tersebut ke bioskop alih alih untuk menyenangkan dia.  Tanpa tahu bahwa tempat itu sangat terlarang untuk usia yang masih dibawah umur.

Yang diketahui si mawar sendiri itu adalah film super hero. Ya memang sih film Pahlawan super identik dengan anak- anak tapi tentunya tidak semua film seperti layak dipertonton untuk anak dibawah umur.

Banyak sekali adegan perkelahian yang tidak pantas dilihat, ya namanya film Super Hero pasti ada perkelahian lah. Kalau gak ada perkelahian namanya apa? Masa sama musuh kita ajak musyawarah dan mufakat terus diajak ngopi di starbuck akhirnya jatuh cinta, namun karna Orangtua gak merestui karena dia dari keluarga Penjahat (eh itu mah sinetron)

Hal ini juga sempat terjadi ketika seorang di tweet mengeluhkan kepada joko anwar tentang filmnya yang adegan kekerasan dan darah tanpa sensor, karna dirinya membawa anak kecil padahal Rate untuk film Gundala itu 13+.  Yang artinya itu hanya untuk kalangan usia minimal 13 tahun.

Seharusnya sebelum menonton ada baiknya untuk melihat rate usia sebuah film agar tidak salah tonton. Apalagi membawa anak ke bioskop terkadang mengganggu penonton lain yang asyik menonton film trsebut.

Related Articles

Back to top button