fbpx
Kabar Daerah

Perketat PSBB, MUI Jateng Dukung Adanya Pembatasan Salat Berjamaah

SEMARANG, energibangsa.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng mendukung adanya PSBB di Semarang Raya, Solo Raya dan Banyumas Raya. Untuk mendukungnya, maka MUI tidak keberatan dengan diberlakukannya pembatasan jumlah jamaah di masjid hingga 50 persen.

Dilansir dari Sindonews.com, Kamis (7/1), hal ini tentu sudah dipermasalahkan lagi bagi kebanyakan orang. Pasalnya, umat Islam di Jateng juga sudah banyak yang menyesuiakan tata cara ibadah berjamaah sejak covid-19 ada di Indonesia.

Ketua MUI Jateng, Ahmad Daroji mengatakan, selama ini takmir masjid juga telah melakukan anjuran 3M yaitu menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan. Seperti halnya kebanyakan masjid juga telah disesuaikan dengan memberikan tanda dimana seharusnya jamaah berdiri.

“Kami setuju sekali dengan pelaksanaan PSBB, karena memang tidak bisa diprediksi. Awalnya kita sudah merasa aman, namun meningkat lagi dan ada varian covid-19 baru. Kami setuju dengan itu dan dengan saksi tegas,” ungkapnya.

Turut lakukan imbauan dan sosialisasi

Agar keberhasilan PSBB ini dapat ditingkatkan dengan perketat protokol kesehatan, pihaknya juga turut melakukan imbauan dan sosialisasi.

Tak hanya itu saja, MUI Jateng juga turut menggandeng Kantor Urusan Agama (KUA) di berbagai daerah. Tujuannya agar bisa selalu saling mengingatkan untuk menjaga protokol kesehatan dalam berjamaah.

Selain itu juga pihaknya meminta kepada tiap Kepala KUA di tingkat kecamatan agar bisa memberikan pendampingan di wilayhnya.

“KUA kan tugasnya sekecamatan jadi tahu ada berapa masjid di kecamatan. Jadi lebih intensif,” pungkasnya.

Dukungan MUI Jateng ini juga selaras dengan Pemprov Jateng yang bakal menerapkan PSBB pada 11-25 Januari 2021 nanti. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran covid-19 di berbagai daerah. (*)

Related Articles

Back to top button