fbpx
Essai

Perjalanan Karir ‘Opa’ Alfred Riedl dalam Dunia Sepak Bola

ENERGIBANGSA.ID (Semarang) — Dunia sepak bola belum lama ini berduka. Mantan Pelatih Timnas Indonesia, Alfred Riedl, tutup usia di usia 70 tahun. Ia menghembuskan nafas terakhir di negaranya, Austria, pada Selasa (8/9/2020) lalu.

Alfred Riedl
Mantan Pelatih Timnas Indonesia Alfred Riedl (Sumber: PSSI)

Jasa-jasa Alfred Riedl untuk Timnas Indonesa juga tak bisa dibilang remeh. Bahkan, Riedl mengabdikan dirinya untuk Indonesia terhitung sejak 2010, lalu 2014 dan 2016. Berkat asuhannya pula, Skuat Garuda mampu menggapai final Piala AFF 2010 dan 2016. Meski pada akhirnya gagal membawa trofi gelar juara Piala AFF ke Tanah Air.

Baca Juga : Loloskan Garuda Muda Ke Piala Asia 2020, Fakhri Kembali Direkomendasi Jadi Pelatih

Berikut perjalanan karir Alfred Riedl dari pemain hingga pelatih dalam dunia sepak bola.

1.Pemain Sepak Bola

Riedl mengawali karir profesional di klub lokal, Austria Wien di musim 1967-1972. Dua dari lima musim di klub tersebut, Alfred Riedl memperoleh gelar Top Skor.  Di umur 22 tahun, Riedl akhirnya memutuskan untuk hijrah ke Belgia. Ia bermain untuk Saint Truiden (1972-1974) dan FC Antwerp (1974-1976), lalu selama empat musim bersama Standard Liege (1976-1980).

Riedl tercatat pernah dua kali dinobatkan sebagai Top Skor Jupiler League (Liga Belgia). Masing-masing saat membela Saint Truiden di musim 1972-1973 dan Antwerp di musim 1974 1975.

Setelah berkelana di Belgia, Riedl melanjutkan perjalanan ke Perancis untuk membela FC Metz (1980). Namun hanya semusim di Perancis, ia memutuskan pulang ke kampung halaman demi memperkuat Grazer AK (1981-1982), Wiener Sportclub (1982-1984) dan VfB Modling (1984-1985).

2.Melatih  Klub Sepakbola

Setelah menyatakan ‘tidak merumput’ dan gantung sepatu, klub pertama yang ia nahkodai adalah kesebelasan asal Maroko, Olympique Khouribga (1993-1994).

Setahun di Maroko, Rield kemudian ‘hengkang’ dari Khouribga dan menangani klub asal Mesir, Al-Zamalek pada 1994 hingga 1995. Ia juga melatih klub al-Samiya 2001-2003 di Kuwait.

3.Melatih Timnas

Perjalanan panjang Alfred Riedl mulai dari Benua Biru, lalu negeri padang pasir, lalu menuju Asia Tenggara. Di wilayah ini, Riedl pertama kali menjadi arsitek Timnas Vietnam periode 2005-2007.

Ia bahkan berhasil mengantarkan Timnas Vietnam hingga Piala Asia 2007. Sayangnya, jerih payah itu tak menjamin karirnya panjang di Vietnam.  Bulan Oktober 2008, ia didepak dari kursi pelatih tim lokal, Xi Mang Hai Phong FC.

Bergeser dari Vietnam, Laos pun merasakan magisnya pelatih asal Austria ini di tahun 2009. Sea Games 2009, Laos berhasil menekuk Indonesia 2-0 di babak semifinal.

Setelah mengantarkan kemenangan tim Laos, “papah” Riedl mendarat di Indonesia pada 2010. Riedl didedikasi sebagai pengasuh imnas Indonesia untuk berlaga di Piala AFF 2010. Kala itu, Wolfgang Pikal dan Widodo Cahyono Putro bertindak sebagai asisten pelatih.

Di semifinal, Timnas Garuda sukses berhasil mengandaskan Filipina dengan skor tipis 1-0. Ia tak mampu dituntaskan hingga tangga juara. Di partai puncak, Indonesia harus puas mengakui keunggulan negara tetangga Malaysia.  Meski putus kontrak di tahun 2011, jasa Alfred Riedl akhirnya kembali digunakan pada 2013-2014 dan 2016-2017.

Selamat jalan pelatih! Jasamu takkan pernah dilupakankan oleh pecinta sepak bola di negeri ini. (Fadli/EB)

Related Articles

Back to top button