Essai

Perempuan dan Patah Hatinya

ENERGIBANGSA.ID – Untuk perempuan yang kehilangan harapan, rasa hati tersayat, dan amarah yang tengah berkecamuk dalam hati karena cinta.

Masih teringat bagaimana rasanya bangun dengan mata sembab dan pikiran yang kacau.

Bahkan, sama sekali tidak berniat untuk bangun dari tempat tidur dan bertemu banyak orang.

Rasanya lebih nyaman memilih sendiri dalam ruang yang kedap dan menutup diri daripada terpaksa ikut tertawa pada obrolan ringan basa-basi dan keluar rumah melihat pemandangan romantis.

Perasaan sesak di dada sering terasa. Semua hari terlihat sama, tidak berkesan.

Setidaknya itulah gambaran umum yang dirasakan seorang perempuan saat patah hati.

Bahkan tak jarang sebagian berpikir untuk menyerah, menyelesaikan hidup.

Patah Hatinya Perempuan

Perempuan dinilai lebih sensitif setelah mengalami sakit hati, bahkan 10 kali lebih mungkin mengalami sindrom patah hati.

Meski begitu, menurut penelitian perempuan cenderung lebih mudah pulih dari patah hati.

Berbeda dengan laki-laki yang tidak pernah pulih total dari patah hati.

Perempuan berjuang mengumpulkan semua energi untuk melewati masa-masa yang paling buruk dalam hidup hingga kami bisa pulih dari patah hati.

Teruntuk kamu yang sedang patah hati dimanapun kalian berada, dirimu akan pulih.

Percayalah.

“Terjatuhlah”

Ketika patah hati, mungkin kamu merasa terjatuh ke dalam jurang dalam.

Maka jatuhlah! Biarkan tubuhmu mendarat di bawah karena yang diinginkan semesta darimu hanyalah jatuh.

Maka jatuhlah! Jangan pernah melawan gravitasi.

“Hadapi. Jangan menghindar”

Semua tidak akan pernah selesai dengan penghindaran dan pengabaian.

Maka hadapi rasa sakitnya apapun itu.

Rasakan sakitnya seperti halnya menelan obat, awalnya pahit tapi selalu ingat apa efek setelahnya. Tuhanmu lebih tahu dosis yang dapat kamu tolerir.

“Terima dirimu”

Saat hubunganmu hancur, kamu akan bertanya-tanya apa yang salah darimu?

Mungkin sebagian dari kamu menyalahkan diri sendiri atas apa yang terjadi.

Introspeksi diri dan fokuskan pada hikmah atau pelajaran yang bisa diambil sebagai penyempurnaan diri ke depan.

Mungkin proses ini menjadi cara  berdialog Tuhan denganmu. Dia sedang berbicara denganmu tentang arti hidupmu.

Dia mau kamu merasakan sakit ini untuk mengetahui maksud baik dibaliknya.

Terimalah dirimu yang sedang terluka, dan terimalah dirimu yang tidak sempurna kemudian maafkanlah dirimu seutuhnya, atas semua kebaikan dan kekuranganmu.

“Lakukan apa yang membuatmu bahagia”

Kembalilah membaca buku jika kamu suka membaca, berkebunlah jika kamu suka berkebun, atau ajaklah teman hanya untuk ngobrol di kafe-kafe lucu.

Termasuk jika kamu harus menghapus segala bentuk obyek kenangan termasuk menghapus kontak, foto, atau bahkan unfollow media sosial. Lakukanlah.

Itu semua hanyalah fase dan cara yang harus kamu lewati.

 Terakhir..

“Bertumbuh dalam versi yang lebih baik”

Pada akhirnya, semua perasaan dan emosi yang tidak stabil akibat patah hati akan pulih.

Mungkin dalam beberapa hari, beberapa bulan, atau beberapa tahun. Semua punya cara dan waktunya masing-masing.

“Hatimu bukan patah. Hati tak akan bisa patah. Yang kamu rasakan adalah sakitnya bertumbuh. Hatimu bertumbuh dalam kebijaksanaan, kelembutan, dan kekuatan, sehingga suatu hari nanti, kamu bisa mencintai dengan lebih hebat.”

Related Articles

Back to top button