pesantren
ilustrasi santri (foto liputan6/dian kurniawan)
Opini

Peran Pesantren dalam Memperkokoh Toleransi Kebangsaan

0

Oleh : M. Syaiful S.Pd.I., M.Ag

ENERGIBANGSA.ID – Isu Radikalisme dan intoleran tampaknya menjadi Problem hangat di Negeri ini, seperti kasus Larangan ibadah Perayaan Natal di Kabupaten Dharmasraya, Sumatra Barat (Sumbar), aksi sweeping dibeberapa mall, kemudian adanya organisasi masyarakat yang menolak Pancasila sebagai ideologi dasar Negara. Dan masih banyak lagi orang-orang yang berfaham Radikal yang membawa nama agama untuk melakukan hal yang menodai nama islam sendiri.

Ironisnya tempat yang menjadi bibit berkembangnya ideologi faham radikal berada dilingkungan sekolah dan kampus. Menurut penelitian mutakhir Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang dikutip dalam koran tempo mengungkapkan bahwa kampus dan sekolah menengah Negeri di Indonesia rentan terhadap pengaruh radikal. Survei April – Oktober lalu itu menunjukkan tingginya aktivitas keagamaan dilingkungan pendidikan milik negara, akan tetapi sebaliknya pengetahuan akan kegamaan pelajar, mahasiswa, guru dan dosen rendah.

Melihat hal tersebut tampaknya Islam nusantara yang dicetuskan oleh para tokoh Islam Indonesia akan menghadirkan solusi untuk menjadikan wajah indonesia yang negara islam terbesar didunia menjadi negara yang pruralis, mengajarkan Islam yang ramah dan toleran Serta tawasuth, tidak menjadikan kekerasan atas nama agama.

Islam Nusantara bukan sebuah agama baru namun sebuah gagasan dimana konsep untuk mem-Pribumikan Islam, hal ini senada dengan apa yang telah dilakukan oleh Gus dur yang melahirkan gagasan Pribumisasi Islam, konsep tersebut sama hanya saja terjadi perbedaan dalam penyebutan nama istilahnya.

Konsep islam Nusantara hadir sebagai sumbang sih penting untuk Kedaulatan Negara NKRI, untuk melawan fenomena Radikalisme yang sedang marak di Indonesia. Islam seharusnya hadir membawa kedamaian dan menyikapi seluruh perbedaan – perbedaan sebagai rahmat semesta alam. Apalagi indonesia terdiri dari berbagai ras, suku dan budaya dan agama yang berbeda.

Tindakan anarkis atas nama agama yang akhir- akhir ini merusak persatuan dan kesatuan Republik indonesia tidak bisa ditolerir, Di tengah gerakan Islam keras, seperti ini, maka langkah untuk melakukan kajian yang mengedepankan ajaran Islam yang toleran dan bebas intimidasi menjadi sangat strategis. Oleh karena itu, peran pondok pesantren diharapkan akan menghasilkan lulusan yang memiliki wawasan keagamaan yang komprehensif dan lapang dalam mengembangkan kultur Islam Nusantara

Santri yang dididik dalam kultur pendidikan pesantren yang mengedepankan akhlakul karimah, serta penerapan sikap toleran yang syarat akan makna kultur religi masyarakat indonesia yang ramah dan penuh kasih sayang terhadap sesama manusia akan mampu membangun pola hubungan manusia yang pluralis atau dalam arti tidak memandangan seseorang dari identitas, baik dari segi suku, bangsa, agama, ras ataupun titik lainnya.
Peran Pondok Pesantren sangat dibutuhkan bukan hanya dari segi keagamaan namun juga nantinya kedepankan digunakan untuk pencegahan faham radikalisme. Karena nilai nilai islam yang seperti demikian jarang atau sulit ditemui jika berada dalam majlis kajian islam di beberapa sekolah dan kampus pada umumnya.

Dalam menangkal faham radikalisme dibutuhkan pemahaman agama yang lebih bukan hanya satu kali pertemuan dalam seminggu dikajian agama atau hanya lewat channel Youtube. Akan tetapi butuh bertahun-tahun menyimak apa yang di ajarkan para guru yang bersanad yang jelas hingga kepada Rasulullah SAW, dari belajar agama yang mendalam tentang agama islam tentunya akan mengetahui bahwa islam sangat menjunjung cinta dan kasih sayang.

Maka dari itu seharusnya tidak perlu kita menghakimi seseorang dengan membawa nama agama jika pengetahuannya belum memadai. Apalagi memberi ap seseorang dengan sebutan kafir hingga tega melakukan persekusi.

*Pemerhati Pendidikan Islam, Pengurus LP Maarif NU Jateng

Komentar Netizen
Bagikan, agar menjadi energi positif untuk orang lain

Ketika Bertemu Dosen Pembimbing, Apa saja yang perlu disiapkan?

Previous article

‘Penguasa Dunia’ dari Jawa Ini Akhirnya Terciduk Polisi!

Next article

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Opini