fbpx
Pendidikan

Penulisan DR, Dr, dan dr Mana yang Benar?

ENERGIBANGSA.ID—Sobat energi, pasti kalian pernah mengunjungi dokter keluargamu, ya? Dan, mungkin saja kalian pernah melihat papan nama dokter yang terpampang di depan rumah atau klinik praktiknya.

Sebagian di antaranya menuliskan singkatan dokter dengan Dr (huruf D kapital), tetapi ada juga yang menuliskannya dengan dr (huruf d kecil). Hal ini membuat orang bingung dengan singkatan DR, Dr, dr untuk doktor dan dokter yang dipakai rumah sakit.

Tulisan di plang tersebut membuat orang bertanya, apakah itu singkatan dari “doktor” atau dokter. Atau seseorang yang menyandang gelar ganda, dokter yang juga menyelesaikan pendidikan S-3 (doktor).

Selain masalah singkatan itu, ada juga sebagian orang yang tidak paham perbedaan arti antara dokter dan doktor. Bahkan ada pula yang menganggap dokter dan doktor itu memiliki arti yang sama.

Demikian pula dengan singkatan DR, Dr, dan dr dianggap sama pula kepanjangannya. Padahal ada perbedaan sangat mendasar pada ketiganya. Akibatnya, banyak penulisan singkatan gelar yang ditulis tidak seperti yang seharusnya dan membuat orang ragu.

Sesuai EYD

Dalam buku Pedoman Umum Ejaan yang Disempurnakan (EYD), penulisan gelar secara intens disinggung, bahkan disertai beberapa contoh penulisan yang benar. Gelar “DR” menyatakan ‘Gelar Kehormatan Doktor Honoris Causa’. Gelar tersebut diberikan perguruan tinggi kepada tokoh yang mumpuni di bidang tertentu.

Sementara itu, gelar “Dr” ialah singkatan dari ‘doktor’. Gelar ini adalah gelar kesarjanaan tertinggi yang diberikan perguruan tinggi kepada seorang sarjana yang telah menulis dan mempertahankan disertasinya. Ini merujuk pada gelar kesarjanaan yang sudah ditempuh seseorang, yakni strata tiga (S-3).

Kemudian, untuk ‘dr’ ialah singkatan bagi gelar ‘dokter’ atau orang yang telah menyelesaikan ‘pendidikan kedokteran’. Seseorang yang telah lulus dari pendidikan kedokteran yang ahli dalam penyakit dan pengobatan.

Lalu, bagaimana jika seseorang memiliki gelar doktor dan sebagai dokter sekaligus?

Bagaimana penulisannya jika ada sesorang yang memiliki gelar ganda? Apakah ditulis salah satunya saja? Jawabannya ialah tidak. Semua gelar dapat ditampilkan dalam penulisan.

Contoh penulisan yang benar, misalnya Dr. dr. Didik T. Atamaja. Berikut ini saya menemukan beberapa penulisan yang berbeda dalam plang di bangunan rumah sakit yang cukup membingungkan banyak orang bagaimana penyebutannya.

Misalnya, RS dr. Sismadi, RS Dr. Suyoto, RS Dr. Reksodiwiryo, RSU Dr. Soetomo, RSUP Dr. Sardjito, Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan, RSUD dr. Soedono, RSUP Dr. Kariadi Semarang, dan masih banyak lagi lainnya.

Penulisan Dr dan dr di plang bangunan rumah sakit di atas berbeda-beda. Praktik penulisan itu yang bisa bikin orang bingung. Seharusnya, untuk penulisan Dr di plang bangunan rumah sakit, jika dokter tersebut juga menyandang S-3, hendaknya ditulis dengan RS. Dr. dr. (nama dokter). Namun, jika dokter tersebut hanya bergelar dokter S-1 atau tidak menyandang gelar S-3, sebaiknya ditulis dengan RS. dr. (nama dokter).

Dengan demikian, alangkah baiknya jika para pemakai bahasa menggunakan singkatan itu secara konsisten sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. (*)

*Tulisan ini diolah dari artikel mediaindonesia, berjudul: “Antara DR, Dr, dan dr” terbit Minggu 27 Desember 2020


Related Articles

Back to top button