fbpx
Kabar IndonesiaPendidikan

Pentingnya Penguatan Karakter dan Wawasan Kebangsaan bagi Generasi Muda!

ENERGIBANGSA.ID (Jakarta) – Prof Asep Usman Ismail selaku Guru Besar Tasawuf Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta mengungkapkan bahwa salah satu cara yang bisa ditempuh untuk menguatkan karakter bangsa ialah dengan mengenalkannya sejarah bangsa, agar dapat lebih menghargai jerih payah pendahulunya dan kelak lebih siap menjadi pemimpin di masa depan.

Sebagaimana sebuah pepatah yang berbunyi “Mereka yang saat ini berusia muda, kelak pada waktunya akan menjadi dewasa dan memimpin bangsa”.

Pepatah ini menunjukkan bahwa jika wawasan kebangsaan para generasi muda kuat saat kelak menjadi pemimpin, bisa dipastikan mereka akan lebih menghargai bangsanya.

Maka wawasan kebangsaan menjadi sangat penting untuk ditanamkan pada kelompok anak muda.

“Di tangan mereka kualitas bangsa ini dipertaruhkan. Kalau hari ini ada bayi lahir, maka 20 tahun kemudian dia sudah remaja. Kalau hari ini remaja, 20 tahun lagi sudah jadi pemimpin bangsa. Maka kaum muda saat ini sudah harus punya pikiran yang terbuka, kreatif, inovatif dan komunikatif dalam melihat persoalan bangsa ini,” tutur Asep dikutip tim energibangsa.id dari NUonline

Wawasan Kebangsaan
Potret Anak Sekolah SD yang memegang Bendera Indonesia. (sumber: Nu online)

Wawasan kebangsaan, menurut dia, sangat penting dikuasai mengingat besarnya wilayah Indonesia, banyaknya jumlah penduduknya, dan beraneka ragamnya kebudayaan di dalamnya.

Dengan kuatnya pengetahuan kebangsaan, maka dia yakin, generasi mendatang akan lebih kuat dalam mempertahankan keutuhan bangsa.

Oleh sebab itu, pengetahuan akan wawasan kebangsaan bisa menyelamatkan bangsa Indonesia dari ancaman perpecahan yang datang dari berbagai gerakan seperti gerakan negara Khilafah Islamiyah atau yang lain.

Gerakan khilafah sering didengungkan oleh segelintir orang sebagai solusi atas masalah sosial yang terjadi di Indonesia.

Gagasan ini akan mudah masuk kepada kelompok muda, apabila tidak memiliki pemahaman tentang wawasan kebangsaan.

Dalam rangka itulah menurutnya, diperlukan kerja sama dengan semua elemen masyarakat termasuk organisasi kemasyarakatan yang lebih luas.

“Tidak boleh berhenti hanya pada ormas yang besar seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah saja. Karena banyak ormas-ormas yang berbasis keislaman lainnya seperti Persatuan Islam (PERSIS), Mathlaul Anwar, Persatuan Umat Islam (PUI) dan lain sebagainya itu juga perlu diajak,” pungkasnya. (dhanti/EB)

Related Articles

Back to top button