fbpx
Kabar Daerah

Pentingnya Menjaga Kamtibmas, Kabupaten di Jateng Ikrarkan Deklarasi Damai

BANJARNEGARA, energibangsa.id – Deklarasi Damai dikumandakan serentak oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kabupaten Banjarnegara, para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan perwakilan mahasiswa pada Senin (19/10) di Aula Sasana Bhakti Praja Sekretariat Daerah Banjarnegara. Deklarasi ini dibentuk guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat Kabupaten Banjarnegara.

Masyarakat bersama Pemerintah Kabupaten Banjarnegara  berkomitmen untuk menolak berbagai bentuk gerakan massa yang anarkis dan dapat memecah belah bangsa. Hal ini juga termasuk mencegah penyebaran segala informasi yang mengandung unsur kebencian dan berita hoaks agar tidak meresahkan masyarakat.

Deklarasi Damai memuat 8 poin, yakni :

1. Berkomitmen mewujudkan situasi kondusif, aman dan damai

2. Cinta damai, menolak kerusuhan dan anti rusuh

3. Tidak akan melakukan penyebaran ujaran kebencian dan berita hoax

4. Bertekad mempersiapkan dan membentuk generasi muda yang menjunjung persatuan dan kesatuan bangsa

5. Menolak adanya pergerakan massa atau demo yang berujung pada anarkisme, perpecahan, pengrusakan, penjarahan, kekerasan dan aksi sara khususnya di wilayah kabupaten Banjarnegara

6. Tunduk dan patuh terhadap peraturan dan undang-undang yang berlaku

7. Mendukung sepenuhnya langkah tegas Pemerintah, TNI dan Polri dalam menindak pelaku kerusuhan

8. Ikut berperan serta dalam upaya pencegahan penyebaran virus covid-19 dalam pelaksanaan kegiatan masyarakat di wilayah Kabupaten Banjarnegara.

Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono menuturkan Banjarnegara sebagai kabupaten yang tenang dan damai, adanya deklarasi ini juga bukan bermaksud untuk menakut-nakuti.

Ia menambahkan, dengan adanya deklarasi damai ini membuat Forkopimda juga semua komponen di Banjarnegara melayani masyarakat dengan baik.

“Layani masyarakat dengan baik. Jangan sampai masyarakat cemas, ketakutan. Insyaallah dengan begitu Banjarnegara damai. Banjarnegara tetap sehat dan produktif. Protokol kesehatan tetap, tapi kerja juga jalan terus harus semangat, agar pertumbuhan ekonomi tetap jalan,” ujar Budhi.

Komitmen serupa juga dideklarasikan serentak oleh seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jawa tengah, Senin (19/10). Seperti yang terlaksana di Kabupaten Cilacap oleh pemerintah bersama berbagai elemen masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamudji menyampaikan sebagai bangsa Indonesia, keanekaragaman adalah unsur pembentuk Indonesia menjadi bangsa yang besar. Tentunya, hal tersebut harus dijaga dengan memperkuat persatuan dan kesatuan oleh seluruh elemen bangsa.

Deklarasi Damai yang berlangsung di Kabupaten Batang, disampaikan oleh Kapolres Batang AKBP Edwin Lous Sengka, diadakan untuk mencerminkan bahwa warga Batang secara keseluruhan menolak unjuk rasa yang sifatnya anarkis dan apabila ingin berpendapat sampaikanlah secara santun.

Edwin menambahkan, situasi Kamtibmas di Batang saat ini masih dalam keadaan kondusif, namun pihaknya tetap melakukan langkah-langkah antisipasi apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mengganggu kondusifitas Kamtibmas di Kabupaten Batang.

Deklarasi damai merupakan bentuk pencegahan munculnya berbagai aksi anarkis seperti yang terjadi beberapa waktu lalu saat demonstrasi Undang-Undang Cipta Kerja. (Sasa/EB).

Related Articles

Back to top button