Tipe-tipe Stroke Mata
Seorang dokter memberikan penjelasan kepada pasien nya yang terkena penyakit mata (dok. Kompas lifestyle)
KesehatanRagam Bangsa

Penting, Tipe-Tipe Stroke Mata Yang Harus Kita Ketahui

0

ENERGIBANGSA.ID – Stroke tidak hanya terjadi pada otak tetapi ternyata juga bisa terjadi pada mata. Stroke mata atau secara medis dikenal dengan oklusi arteri retina, disebabkan oleh penyumbatan pada pembuluh darah di retina.

Pembuluh darah berfungsi untuk membawa nutrisi dan oksigen ke semua bagian tubuh. Ketika pembuluh darah menyempit oleh sumbatan, suplai darah akan berkurang atau tidak ada sama sekali. Hal ini akan menyebabkan kerusakan serius pada area yang terkena, dan dikenal dengan nama stroke.

“Pembuluh darah di mata ini bisa saja mengalami sumbatan atau pecah. Nah ini yang kita katakana sebagai stroe mata. Di otak dan retina bisa terjadi seperti itu,” jelas Pakar kesehatan mata, dr. Elvioza, SpM(K), dikutip dari health.detik.com

Medical News Today (MNT) mengungkapkan bahwa stroke mata dapat terbagi ke dalam empat jenis berdasarkan pembuluh darah yang terdampak. Setiap jenis stroke mata memiliki gejala dan cara mengobatinya mungkin bisa berbeda. Tergantung dengan jenis stroke mata apa yang dialami.

Berikut adalah empat tipe stroke mata yang sebagaimana di rangkum tim energibangsa.id dari berbagai sumber :

1.Oklusi Arteri Retina Sentral

Mengutip dari lifestyle.okezone.com, jenis stroke mata ini terjadi akibat adanya penyumbatan pada aliran darah utama yang menuju ke saraf mata. Akibatnya, saraf mata jadi kekurangan oksigen dan asupan nutrisi.

Gejala yang dirasakan umumnya berupa penurunan penglihatan menyeluruh. Penurunan kemampuan melihat terjadi pada salah satu mata secara mendadak, tanpa disertai mata merah ataupun rasa nyeri.

Beberapa faktor yang meningkatkan resiko oklusi arteri retina sentral, antara lain tekanan darah tinggi, riwayat stroke, merokok, dan obesitas.

Pada tipe stroke mata ini, penanganan harus dilakukan cepat dalam waktu kurang dari 24 jam. Penanganan yang cepat dapat mempersempit kemungkinan terjadinya kerusakan sarag permanen yang berujung kebutaan.

Penanganan dapat dilakukan dengan menggunakan obat minum, obat tetes, tindakan operasi, atau kombinasi ketingganya.

2. Oklusi Arteri Retina Cabang

Stroke mata tipe ini terjadi karena sumbatan pada salah satu daru aliran darah cabang. Akibatnya, gangguan penglihatan bersifat sebagian, atau hanya pada salah satu area (atas/bawah/kiri/kanan).

Pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk jenis stroke mata ini meliputi pemeriksaan darah lengkap, tes gula darah, dan fungsi jantung untuk mencari kemungkinan penyebab dari sumbatan.

Pengobatan untuk jenis stroke mata ini tidak seagresif seperti pada oklusi arteri retina sentral. Pengobatan biasanya lebih bertujuan untuk mencegah kekambuhan gejala di kemudia hari

3. Oklusi Vena Retina Sentral

Stroke mata ini terjadi ketika penyumbatan pada aliran darah balik dari retina ke jantung. Oklusi Vena Retina Sentral lebih sering ditemui daripada kelainan pada arteri retina. Stroke mata ini terbagi menjadi dua tipe, sebagaimana dikutip dari hellosehat.com,  yaitu :

  • Iskemik (apabila sumbatan terjadi secara menyeluruh)
  • Non-Iskemik (apabila sumbatan hanya terjadi sebagian).

Stroke mata ini memelik gejala berupa penurunan penglihatan mendadak ataupun penurunan penglihatan yang terjadi secara perlahan.

Beberapa kondisi tambahan yang dapat meningkatkan resiko seseorang terkena oklusi vena retina sentral antara lain :

  • Riwayat Glukoma
  • Penggunaan Kontrasepsi oral
  • Penggunaan obat-obatan diuretic

Pengobatan untuk stroke mata ini dilakukan dengan menggunakan laser ataupun suntukan pada mata untuk mengurangi kemungkinan komplikasi.

5. Oklusi Vena Retina Cabang

Sedikit berbeda dengan tipe stroke mata lainnya, sebagian besar penderita stroke mata ini tidak menyadari jika dirinya sedang mengidap penyakit tersebut.

Untuk gejala stroke mata tipe ini, penurunan penglihatan baru akan terasa apabila sumbatan terjadi di pembuluh darah balik yang mengaliri pusat dari penglihatan (makula).

Lebih dari 70 persen penderita jenis stroke mata ini lebih dulu memiliki riwayat tekanan darah tinggi. Sedangkan untuk pengobatan yang dilakukan biasanya bertujuan untuk mengendalikan tekanan darah, kadar kolestrol, dan mencegah komplikasi.

Kendati demikian, dr. Elvioza menjelaskan bahwa stroke mata masih mungkin bagi penderitanya mengembalikan fungsi penglihatan 100 persen. Hal ini berbeda dengan kaasus stroke otak yang sulit untuk pulih.

Ia pun juga mengimbau bila seseorang atau siapa saja yang sudah punya faktor resiko atau pernah mengalami stroke, usahakan periksa juga kondisi mata.

Nah sobat energibangsa.id sekarang sudah tahu bukan macam-macam stroke mata, gejala, penyebab dan pengobatannya kan. Kalo sudah tahu alangkah baiknya kita pahami dan mencegahnya sedari dini, jangan sampai terjadi di kita yang sobat energi.

Komentar Netizen
Bagikan, agar menjadi energi positif untuk orang lain

Indonesia dan Rusia Tingkatkan Kerjasama Bilateral di Berbagai Bidang

Previous article

La Galigo Naskah Kuno Bugis yang Melalang Buana Hingga Internasional

Next article

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Kesehatan