Angin Kencang
Kabar Indonesia

Pengumuman, Yuk Waspada Angin Kencang di Jateng

0

ENERGIBANGSA.ID (Semarang) — Perubahan posisi gerak matahari yang telah berada di belahan bumi Utara, menjadi alasan mengapa sejumlah wilayah di Jawa Tengah dilanda oleh angin kencang.

Angin Kencang
Ilustrasi Angin Kencang (sumber: Tempo.co)

Yoga Sambodo selaku Kasi Observasi Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang menyatakan pergeseran posisi matahari tersebut telah menyebabkan munculnya tekanan angin yang lebih rendah ketimbang di wilayah selatan bumi.

“Efeknya kecepatan anginnya banyak yang mengarah ke Benua Asia. Perbedaaan tekanan di belahan bumi itulah yang membuat kecepatan angin menjadi lebih tinggi,” ungkap Yoga

Dari analisa yang dilakukan pihaknya, terdapat perbedaan tekanan angin tinggi di Australia (1020 mb) dan daerah tekanan rendah di Benua Asia (992 mb).

Di Jateng, terdapat angin kencang dengan kecepatan bervariasi. Di Kabupaten Cilacap, angin kencang mencapai 11 knots atau sekitar 19 kilometer per jam.

Wilayah Tegal juga dilanda angin kencang 11 knots atau setara 19 kilometer per jam, Kota Semarang 13 knots atau 23.4 kilometer per jam serta Solo ada angin kencang berkecepatan 16 knots atau 28.8 kilometer per jam.

Ia mengungkapkan kini di wilayah pesisir Jateng telah muncul gangguan lokal berupa datangnya angin dataran yang bersamaan dengan angin laut.

“Gangguan lokal ini membuat di area bandara terlihat bentuk belokan angin. Tapi kecepatannya masih wajar,” ungkap Yoga.

Ia menegaskan angin kencang yang terjadi saat ini tidak tergolong ekstrem. Perbedaan tekanan angin kerap terjadi bila matahari bergeser ke sisi utara bumi.

“Kalau kategori ekstrem kecepatan anginnya diatas 25-40 knot. Jadinya, ini situasi yang normal, sering terjadi,” ungkap Yoga.

Ia mengimbau kepada warga Jateng untuk mewaspadai situasi tersebut. Terdapat pula potensi kejadian ekstrem selama kemarau.

Mulai dari kekeringan, kebakaran lahan dan hutan serta potensi cuaca ekstrem lokal seperti angin kencang atau lesus, temperatur ekstrem.

“Kondisi penerimaan pemanasan matahari yang kuat atau berbeda dari wilayah lainnya dapat memicu timbulnya pusaran angin macam lesus atau dust devil,” tambahnya. (dhanti/EB/idntimes)

Komentar Netizen
Bagikan, agar menjadi energi positif untuk orang lain

Benarkah Masuk Kuliah Undip Bayar Rp87 Miliar?

Previous article

Hore! Dieng Culture Festival Tetap Digelar Meski Secara Virtual

Next article

You may also like

Comments

Comments are closed.