Komunitas

Penguatan dan Pemantapan Ideologi Pancasila (Kader Pancasila)

ENERGIBANGSA.ID ̵ Dilaksanakan pada hari Selasa dan Rabu tanggal 5-6 November 2019 di Hotel Riyadi Palace, Kota Surakarta.

Peserta terdiri dari Kwarda dan Kwarcab Pramuka Kab/Kota se-Jawa Tengah yang berjumlah 80 orang.

Kegiatan ini bertujuan mensosialisasikan dan reedukasi pentingnya Pancasila.

Sebagai konsensus nasional dan payung kebangsaan serta menumbuh kembangkan pemahaman segenap elemen masyarakat terhadap Pancasila sebagai ideologi Negara, pandangan hidup, dan falsafah bangsa Indonesia.

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan terbentuknya Kader-kader Pancasila guna menjaga Ideologi Pancasila dan keutuhan Negara Indonesia serta memasyarakatkan lima sila Pancasila dan mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Metode yang digunakan pada Kegiatan Penguatan dan Pemantapan Ideologi Pancasila (Kader Pancasila) Angkatan IV berupa ceramah dan tanya jawab.

Berikut materi dan narasumber yang menyampaikan ceramah :

  1. Pancasila Sebagai Solusi Problem Bangsa oleh Prof. Dr. Warsino, M.Hum
  2. Strategi Membumikan Pancasila Dikalangan Generasi Milenial oleh Kwarda Provinsi Jawa Tengah.
  3. Pancasila Sebagai Benteng Penjaga Pancasila oleh Kwada Provinsi Jawa Tengah.
  4. Menangkal Faham Radikalisme dan Terorisme Dikalangan Generasi Muda oleh Drs. Budiyanto, SH., M.Hum (Ketua FKPT Jawa Tengah).

Acara tersebut dibuka oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Tengah, Drs. Achmad Rofa’i, M.Si yang dalam sambutannya menyampaikan :

Era demokrasi yang terus berjalan menuju fase yang semakin baik merupakan berkah tersendiri bagi bangsa dan negara kita.

Era keterbukaan semakin memberikan jaminan pemenuhan hak berpendapat dan terlibat dalam proses pembangunan.

Ini men­jadi poin penting pencapaian kualitas demokrasi di Indonesia. Negara Indonesia sendiri telah menjadi salah satu negara di dunia yang sangat mengedepankan demokrasi dalam pelaksanaan pembangun­annya.

Banyak kemajuan yang telah dicapai dari perkembangan demokrasi kita hari ini, namun banyak pula perbaikan yang masih harus dibuat.

Kita semua harus optimis bahwa catatan-catatan tersebut akan menjadi penting bagi perbaikan sistem demokrasi di Indonesia.

Prioritas kita hari ini adalah mengawal demokrasi agar semakin substansial dan memberikan manfaat bagi perkembangan kesejahteraan masyarakat.

Tanpa mengurangi optimisme dan keyakinan kita atas masa depan demokrasi di Indonesia, beberapa catatan tetap harus kita garis bawahi sebagai bentuk concern dan kewaspadaan kita bersama dalam pelaksanaan pengawalan proses pembangunan demokrasi di Indonesia.

Maraknya hoaks bernuansa politik, budaya “nyinyir”, perang di sosial media, buzzer dan influencer, serta berbagai bentuk black campaign, menjurus pada praktik tidak baik dalam berdemokrasi.

Di tengah zaman yang semakin modern, komunikasi informasi yang semakin mengglobal dan terbuka, alur informasi menjadi semakin tidak tersekat.

Perbincangan isu politik nasional di tingkatan elit menjadi perbincangan biasa dan nyata di berbagai warung kopi dan tongkrongan pos kampling.

Jadi, jangan heran juga jika anak anda yang masih duduk di bangku SMA bahkan SMP sudah mengetahui sepenggal informasi tentang Revisi UU KPK, RKUHP dan sebagainya.

Bukan hanya itu,  ajakan demo dari kakak-kakak mahasiswanya, seolah juga menjadi ajakan bagi anak-anak kita.

Padahal secara usia dan referensi, mereka belum cukup mendapatkan gambaran data, dan belum relatif dewasa untuk bisa mengambil keputusan dengan bijak.

Fenomena demo adik-adik SMA dan STM bisa menjadi gambaran betapa sekat informasi yang terbuka jika tidak disertai dengan pemahaman dan penjelasan.

Hal itu, bisa menjebak generasi kita pada kesimpulan sikap seketika yang terkadang kurang bijak.

Di Jakarta muncul korban, di Magelang berujung pada kericuhan.

Ini adalah PR kita semua. Seluruh komponen bangsa punya tanggung jawab moral dan tanggung jawab sosial untuk menyertai perjalanan demokrasi ini agar bijak dan terarah.

Berbicara tentang proses pendidikan dan penyadaran karakter bangsa, tentu tidak bisa dipisahkan dari Pramuka.

Gerakan Pramuka merupakan kesatuan entitas pembangun bangsa Indonesia hingga sekarang. 

Pramuka sejak awal didirikan, hadir untuk melatih generasi muda agar memaksimalkan setiap potensi yang ada di dalam dirinya, baik itu intelektual, spiritual, sosial, dan fisik.

Tentu ini menjadi poin penting di mana generasi muda adalah pemegang tongkat estafet perjalanan bangsa ke depannya.

Pramuka merupakan kekuatan yang setiap saat mendampingi pemuda yang akan menjadi pemimpin bangsa nantinya.

Kekuatan inti dari masa depan bangsa ini yang kadang tidak banyak kita sadari.

Gerakan Pramuka bersama seluruh komponen bangsa punya tanggung jawab moral dan tanggung jawab sosial untuk menyertai perjalanan bangsa ini, agar bijak dan terarah.

Mari kita lahirkan Kader-kader Pancasila, mulai dari generasi muda, dimotori oleh Pramuka, Demi Indonesia di masa depan yang semakin maju dan sejahtera.

Related Articles

Back to top button