fbpx
Nasional

Penggabungan NPWP-NIK untuk Kenakan Pajak Seluruh Penduduk? Begini Lho Faktanya..

ENERGIBANGSA.ID — Beredar kabar di Facebook  mengenai penggabungan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) diiringi narasi tentang pemungutan pajak yang akan berlaku kepada semua penduduk.

Postingan yang diunggah pada 4 September 2020 disertai dengan ilustrasi berbagai kartu yang menjadi program pemerintah, dan diberi imbuhan caption “Gk jls kuliahnya dmna” atau “Gk jls Ngambil Gajihnya dmna”.

Berikut tulisan pemilik akun Facebook terkait kabar pemungutan pajak ke semua penduduk.

“NPWP dan NIK Mau Digabung, Semua Penduduk Indonesia Akan Dipajaki..?

Terus kartu ini gimana…? Nasibnya…?”

Pertanyaanya, apakah kabar penggabungan NPWP dan NIK ini benar adanya?

Pemerintah Indonesia memang berencana menggabungkan NIK dan NPWP untuk menerapkan nomor identitas tunggal atau SIN (Single Identity Number).

Penjelasan Dirjen Pajak pada pemberitaan Kompas dengan judul “NIK dan NPWP Bakal Digabung, Ini Penjelasan Dirjen Pajak” pada 4 September lalu, tidak semua penduduk Indonesia akan dipungut pajak meskipun ada penggabungan NIK dan NPWP.

Menurut Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo, mereka yang akan dikenai pajak adalah orang yang berpenghasilan diatas Rp 54 juta per tahun atau Rp 4,5 juta per bulan.

Suryo juga menambahkan bahwa proses penggabungan NIK dan NPWP masih terus berjalan hingga 2020. (Annisaa/EB/antara).

Related Articles

Back to top button